Hidayatullah.com–Dalam satu wawancara dengan harian Financial Times, Colin Powell mengatakan Presiden George Bush tidak akan mengubah atau mengurangi kebijakannya di luarnegeri dalam masa jabatan keduanya.
“Presiden tidak akan mengerem atau pun mundur,” kata Powell dalam wawancara pertamanya sejak pemilihan presiden Amerika.
“Politik luarnegeri itu nanti adalah kelanjutan dari prinsip-prinsipnya, kebijakannya, dan keyakinannya,” ujar Powell kepada suratkabar terbitan London itu.
Presiden Bush mendapatkan mandat untuk menjalankan politik luarnegeri yang sesuai dengan kepentingan nasional Amerika Serikat, katanya.
Kebijakan itu sejak lama memang “agresif dalam arti menghadapi tantangan dan isu-isu,” kata Powell menambahkan, dan presiden akan “tetap bergerak ke arah ini”.
Bush akan melakukan pendekatan multilateral, katanya, tetapi Amerika Serikat akan bertindak sendirian di mana perlu.
Perdamaian Timur Tengah
Namun demikian, Powell menekankan bahwa politik luarnegeri agresif juga berlaku untuk masalah-masalah di dunia berkembang, termasuk Aids dan proses perdamaian Timur Tengah.
Proses perdamaian Timur Tengah merupakan “masalah terbesar yang menggantung dalam politik luarnegeri kami”, katanya.
Setelah perselisihan dengan para pemimpin Eropa mengenai politik luarnegeri, Bush “ingin merangkul” mereka.
Powell menjelaskan kepada para wartawan hari Senin bahwa dia akan “menghabiskan banyak waktu di Eropa dalam pekan-pekan mendatang” dalam upaya untuk menghilangkan perbedaan.
Wawancara Powell yang diterbitkan hari Selasa itu berarti sekaligus menghapuskan dugaan bahwa masa jabatan kedua Bush mungkin akan diwarnai perubahan politik luarnegeri.
Sekaligus semakin menunjukkan, itulah wajah kebijakan pemerintahan AS tahun-tahun mendatang. (bbc/cha)