Hidayatullah.com–Pihak berwajib Kenya berhasil menahan lima orang Muslim. Alasannya, apalagi jika bukan dikait-kaitkan dengan dugaan aksi terorisme. Polisi mengaku menangkap mereka hanya karena mereka terlihat mengambil photo-photo dari sebuah feri.
Polisi mengatakan saat diperiksa para pria, yang diyakini berasal dari Pakistan, tidak memiliki dokumen-dokumen perjalanan yang resmi. "Kasus ini sangat sensitif dan FBI telah berada disana untuk mengambil-alih proses penyidikan terhadap para tersangka," ujar sebuah sumber kepada Reuters.
Ditambahkan sumber tersebut bahwa beberapa tim investigasi dari FBI tiba di Mombasa hari Senin (18/7). Lima pria itu ditangkap Sabtu (16/7) lalu diatas sebuah feri di pesisir pantai timur Kota Mombasa.
Kenya menjadi sensitif dengan orang-orang Islam. Apalagi, pihak keamanan negara-negara Barat memanas-manasinya dengan menganggap wilayah disepanjang pantai pesisir Kenya sangat lemah terhadap aksi terorisme.
Bulan Juni 2005 lalu, pihak otoritas juga berhasil menangkap tiga warga Kenya dan seorang pria dari Uni Emirat Arab. Hanya karena mereka dianggap tertangkap basah merekam kelas sekolah yang dibangun dengan menggunakan program bantuan komunitas Amerika Serikat.
Polisi sering curiga jika melihat wajah-wajah muslim dari Arab. Bedanya dengan Indonesia, polisi tak mencurigai wisatawan asing dari Barat atau Eropa yang mengambil gambar atau foto-foto saat keliling di wilayah Indonesia. (is/cha)