Hidayatullah.com–Federasi Ilmuwan Muslim Dunia telah membuka sidang umumnya yang ketiga di Istanbul. Perkumpulan ini dihadiri oleh para ulama, tokoh politik, dan beberapa organisasi-organisasi sipil, guna membahas sejumlah topik penting, di antaranya membahas program jangka panjang, serta pemilihan ketua dan wakil ketua Federasi yang baru. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (30/6).
Ketua Federasi saat ini, Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan bahwa perkumpulan yang diadakan di Istanbul untuk yang kedua kalinya ini, merupakan sesuatu yang menggembirakan. Ia juga berharap perkumpulan selanjutnya juga tetap diadakan di Istanbul.
Dalam kesempatan itu juga, Yusuf Al-Qaradhawi meminta Mesir agar membuka perbatasan Rafah dengan Palestina secara permanen, serta menyatakan partisipasi Federasi pada kafilah kebebasan selanjutnya yang akan menuju Gaza.
Ketua Komite Pelaksana Federasi, Syeikh Ali Qurra menyatakan bahwa umat Islam nantinya akan dapat mencapai kemajuan, sebagai umat yang menjunjung keadilan dan rahmat bagi seluruh dunia.
Dalam pidatonya sebagai perwakilan dari pemerintah Turki, Hamza Oqta mengatakan bahwa masalah-masalah yang ada sekarang ini, khususnya pada dunia Islam, sangat membutuhkan solusi dari para ulama. Umat Islam juga perlu kembali melihat kepada kesamaan dan menghindari adanya diskriminasi.
Sedangkan perwakilan dari Persatuan Organisasi Sipil di Turki, Necati Ceylan menyatakan bahwa imperialisme, kapitalisme, serta penyimpangan-penyimpangan yang ada pada peradaban Barat adalah sumber masalah di dunia. Ia juga berharap agar Islam dapat menjadi peradaban baru yang menjadi alternatif dan menggantikan peradaban Barat. [sdz/jzr/hidayatullah.com]