Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kondisi Mahasiswa di Mesir Sejak Aksi Demonstrasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Februari 2011 13:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Kondisi umum bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir masih relatif aman. Demikian dilaporkan koresponden Hidayatullah.com, Ahmad Sadzali, di Kairo, Mesir, Kamis (03/1) siang ini.  

Dilaporkan Sadzali, sebagian besar Warga Negara Indonesia (WNI) adalah mahasiswa, yang tempat tinggalnya cukup jauh dari Tahrir Square, lokasi utama unjuk rasa. Jarak tempuh normal dari tempat sebagian besar mahasiswa tinggal, Nasr City ke Tahrir sekitar satu jam perjalanan dengan angkutan umum.

Pada awalnya, sebut Sadzali, bagi sebagian besar mahasiswa, sebenarnya tidak ada kekhawatiran akan dampak fisik yang berlebihan dari aksi unjuk rasa tersebut. Hanya beberapa kendala seperti sempat dimatikannya saluran telepon pada hari Jum’at dan Sabtu, serta diputusnya jaringan internet dan SMS sejak hari Kamis, membuat sulitnya berhubungan dengan kerabat di Indonesia.

“Mungkin sulitnya akses informasi seperti ini, akhirnya menimbulkan kepanikan di Indonesia,” kata Sadzali.

Bahkan, lanjut dia, beberapa media di Indonesia, bagi kebanyakan mahasiswa setelah mengetahuinya, menilai terlalu melebih-lebihkan mengenai kondisi mahasiswa di sini. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Memang dari sejak dimulainya aksi unjuk rasa anti pemerintah pada tanggal 25 Januari 2011 lalu hingga saat ini, masih belum ada tanda-tanda mereda. Kondisi seperti ini akhirnya mengakibatkan perekonomian di Mesir semakin sulit.

Namun menurut Sadzali, harga barang kebutuhan pokok sudah mulai naik. Bahkan bagi masyarakat Mesir, untuk mendapatkan makanan pokoknya berupa roti gandum (‘Isy), harus mengantri panjang.

“Sulitnya ekonomi dan kebutuhan pokok seperti ini, sudah diperkirakan dan diantisipasi sebelumnya,” lapor Sadzali via surat elektronik siang ini. 

Kebanyakan mahasiswa sudah membeli persediaan makanan untuk beberapa lama. Namun, lanjut Sadzali, tentu saja kondisi seperti ini tidak dapat dipastikan bertahan sampai kapan. Hal ini memang banyak dikhawatirkan mahasiswa untuk ke depannya.

Dengan kondisi yang masih tidak tentu seperti ini, memang menjadi alasan kuat bagi pemerintah Indonesia melakukan evakuasi WNI. Lebih-lebih pernyataan Presiden Hosni Mubarak yang masih tidak mau turun dari jabatannya, dinilai akan semakin memperburuk keadaan.

Mengenai isu evakuasi, beragam tanggapan muncul dari mahasiswa. Ada yang menyambutnya dengan senang hati, karena memang kondisi kehidupan di Mesir yang masih tidak menentu. Ada juga yang menanggapinya dengan biasa saja, dan memilih untuk tidak memikirkan dievakuasi terlebih dahulu.

Beberapa alasan besar mahasiswa yang memilih untuk tidak memikirkan evakuasi terlebih dahulu adalah, masih ingin melihat kondisi Mesir dan menunggu adanya kemungkinan membaik; dan mengkhawatirkan kelanjutan studinya di Al-Azhar, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir yang tinggal satu semester lagi akan lulus.

Sejak mencuatnya berita tahanan yang kabur dari penjara, masyarakat Mesir mulai siaga di daerah tempat tinggalnya masing-masing. Larangan keluar rumah pada jam malam juga diberlakukan oleh pemerintah. Akhirnya, jam buka kebanyakan toko dan pedagang sangat terbatas.

Beberapa penjarahan memang diberitakan sampai terjadi di rumah-rumah. Namun lokasi perumahan yang dijarah cukup jauh dari lokasi kebanyakan mahasiswa tinggal. Lokasi perumahan yang dijarah juga kawasan elit, seperti di daerah Ma’adi dan Muhandisin.

Dengan situasi seperti itu, akhirnya banyak warga yang berjaga-jaga di sekitar lokasi tempat tinggal mereka, terutama pada malam hari.

Sekarang, dengan dibukanya kembali jaringan internet oleh pemerintah Mesir, setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran kerabat di Tanah Air tentang kondisi mahasiswa di sini.

Sampai sekarang, masih belum dapat dipastikan bagaimana kelanjutan situasi di Mesir.  Demikian lapor Ahmad Sadzali, langsung dari Kairo, Mesir. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Bebas Ratusan Napi Hapalan Qur`an
Tulisan selanjutnya Ilmuwan Eropa Temukan 5 Lagi Gen Terkait Parkinson

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?