Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Liga Arab Gelar Rapat Mendadak Bahas Libya

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 12 Maret 2011 16:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua puluh dua Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Liga Arab hari ini Sabtu, (12/3), menggelar rapat mendadak membahas penyelesaian soal krisis di Libya.

Libya sebenarnya mengirimkan wakil untuk menghadiri pertemuan yang berlangsung di Kairo, Mesir, namun kehadirannya ditolak oleh negara-negara anggota Liga Arab.
 
Pertemuan ini akan membicarakan dukungan pengenaan zona larangan terbang kepada Libya.

Selain itu pertemuan ini juga akan membahas pengakuan terhadap gerakan oposisi yang memerangi rezim penguasa dibawah Kolonel Muammar Qadhafi.

Sebelumnya sikap lebih tegas telah diambil oleh pemimpin negara-negara Uni Eropa.

Dalam pernyataannya kemarin para pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa menyerukan agar pemimpin Libya, Muammar Qadhafi menyerahkan kekuasaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun tidak ada yang menginginkan pengerahan kekuatan militer namun sejumlah pemimpin negara Eropa mengatakan pilihan itu bukanlah hal yang sama sekali tertutup.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan pesan negara-negara di Eropa sangat jelas dan mereka juga tidak ingin menutup opsi untuk melakukan intervensi militer.

Prancis bersama Inggris dalam pertemuan itu mendesak negara-negara Eropa untuk tidak hanya menerapkan zona larangan terbang saja melainkan juga membantu perjuangan warga Libya yang menentang Qadhafi

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat , Barack Obama, yang menyatakan dunia memiliki kewajiban untuk mencegah pembunuhan massal atas warga sipil Libya, seperti yang pernah terjadi di Bosnia dan Rwanda pada masa 1990-an.

Sementara itu, campur tangan militer asing di Libya tidak dapat diterima dalam bentuk apapun, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu.

“Campur tangan militer asing harus disingkirkan,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip RIA Novosti.

Pernyataan kementerian ini bersesuaian dengan resolusi Uni Afrika yang mendukung kedaulatan dan kesatuan kawasan Libya dan mengecam segala campur tangan militer asing.

PernyataanRusia terbaru ini menyusul sikap beberapa Negara Eropa seperti  Prancis  dan Inggris yang siap melancarkan serangan udara bertarget terhadap tentara pemimpin Libya Muammar Qadhafi. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daruratLibyaold migraterusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia Tolak Intervensi Militer Asing di Libya
Tulisan selanjutnya Utusan Presiden Yaman Bertemu Qadhafi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?