Hidayatullah.com–Pemerintah Israel mengatakan Argentina memastikan akan melanjutkan proses investigasi kasus pengeboman kedubes dan permukiman Yahudi di Buenos Aires di dekade 1990-an lalu.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timmerman setelah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Israel.
Komitmen itu disampaikan setelah sejumlah media massa negeri Argentina mengabarkan bahwa pemerintah negeri itu bersedia menghentikan penyelidikan demi meningkatkan perdagangan dengan Iran.
Padahal, selama ini Argentina, Israel dan Amerika Serikat menuding Iran berada di balik aksi peledakan yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia itu.
Kabar di penghentian penyelidikan itu muncul setelah harian Perfil memunculkan bocoran kawat diplomatik kedutaan besar Iran yang mengungkap detail tawaran pemerintah Argentina itu.
Akibat kabar ini, media massa Israel mengabarkan Kementerian Luar Negeri Israel berniat menunda kunjungan Menlu Timmerman ke negeri itu jika kabar tersebut terbukti kebenarannya.
Pejabat Dewan Yahudi Nathan Sharansky yang bertanggung jawab atas hubungan dengan luar negeri mengatakan kunjungan Menlu Argentina itu masih ada dalam jadwal di tengah permasalahan ini.
Dua aksi pemboman ini terjadi tahun 1992 ketika sebuah bom mobil menghancurkan kedutaan besar Israel di Buenos Aires yang menewaskan 29 orang.
Tahun 1994, sebuah bom mobil meledak di pusat pertemuan warga Yahudi atau AMIA dan menewaskan 85 orang.
Iran yang menjadi tertuduh membantah tudingan menjadi dalang dua tragedi berdarah itu.