Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekuler Kurang Laku, Rakyat Mesir Ingin Pemerintahan Islam

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 12 Mei 2011 09:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hasil Jajak pendapat itu diikuti oleh seribu warga Mesir dan 60 persen di antaranya menginginkan pembentukan pemerintahan Islam yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi sejati. Hasil jajak pendapat itu diterbitkan oleh koran beroplah besar Mesir, al-Ahram (11/5).

Sementara itu, 24 persen responden lebih menekankan pada nilai-nilai demokrasi tanpa menyebutkan agama secara eksplisit.

Hanya empat persen dari responden yang mendukung pembentukan pemerintahan sekuler di Mesir sementara tiga persen sisanya menyatakan pemerintahan junta militer cocok untuk masa depan Mesir.

Jajak pendapat itu dilakukan dua bulan setelah revolusi rakyat Mesir berhasil menggulingkan  Hosni Mubarak yang didukung AS.

Rakyat Mesir menuntut pelaksanaan pemilu bebas, transparan, dan adil pasca penggulingan  Mubarak, dan menekankan bahwa rakyat yang harus menentukan jenis pemerintahan mendatang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka juga menuntut para pejabat militer yang berkuasa saat ini segera memutuskan hubungan dengan  Israel dan mencabut blokade atas Jalur Gaza.
Partai-partai politik Mesir menilai blokade Gaza merupakan bentuk pelayanan terhadap kepentingan Israel dan Amerika Serikat serta berpotensi mengancam stabilitas regional dan independensi negara.

Mubarak mengikuti langkah Israel memblokade Jalur Gaza, meski Hamas memenangkan pemilihan umum masyoritas di Palestina pada tahun 2007. Namun kini semuanya berubah, rakyat Mesir ingin memberi dukungan lebih besar pada Palestina.

Namun fenomena ini belum tentu dibiarkan oleh Amerika Serikat (AS). As yang telah ‘memperbudak” pemerintah Mesir selama lebih kurang enam puluh tahun, bahkan dibiarkan memusuhi rakyatnya sendiri, khususnya Islam.

Sebelum ini, pasca revolusi mesir, 16 Februari 2011 Direktur CIA, Leon Panetta,  menghadapi pertanyaan Komite Intelijen di Capitol Hill tentang agenda kelompok Islam pasca tergulingnya  Husni Mubarak. Di antara yang ditekankan adalah kemungkinan pengaruh  Al Ikhwan al Muslimun atau dikenal Ikhwanum Muslim.

“Dari perspektif intelijen, amat penting jika kita mengetahui apa posisi (Ikhwan) dan apa yang cenderung akan terjadi. Mesir merupakan negara kunci di Timur Tengah. Dan saya khawatir tentang itu,” kata Dianne Feinstein, Ketua Komite Intelijen Amerika.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukum IslamIkhwanul MusliminMesirold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Minum Kopi Kurangi Resiko Kanker Payudara
Tulisan selanjutnya Cameron Minta Tarik Pasukan, Komandan Masih Enggan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’

Berita
2 November 2026 18:02
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?