Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penulis Prancis Puji Anders Breivik

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2012 14:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Richard Millet, penulis dan editor Prancis yang disegani, menimbulkan kontroversi setelah mengeluarkan pernyataan tentang Anders Breivik, pelaku pembunuhan massal di Norwegia, yang disebutnya sebagai “tidak diragukan lagi adalah apa yang patut diterima Norwegia.”

Millet mengaku telah membaca semua 1.500 halaman manifesto yang ditulis oleh Breivik di internet dan menegaskan bahwa dirinya tidak menyetujui tindak kejahatan yang dilakukan pemuda Kristen itu.

Namun demikian, Millet memuji tulisan Breivik dan seruan tentang kebenciannya atas demokrasi sosial, imigrasi dan multikulturalisme.

“Breivik tanpa diragukan lagi adalah apa yang patut diterima Norwegia,” kata Millet dalam tulisannya setebal 18 halaman.

“Dia (Breivik) seperti seorang anak dari keluarga yang hancur, seperti retakan ideologi dan rasial yang disebabkan oleh imigrasi dari luar Eropa selama sedikitnya 20 tahun teakhir,” kata Millet, yang telah menjadi editor untuk sejumlah buku peraih penghargaan di Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pujian Millet atas Breivik mendapat kecaman dari lingkungan kesusasteraan, di mana penulis Annie Ernaux menyebut tulisan Millet itu sebagai “tindakan yang secara politik berbahaya.”

Seorang penulis lainnya, Tahar Ben Jelloun berkata, “Dia (Millet) sudah kehilangan kepalanya.”

Sementara penulis lain agak lembut mengkritik Millet.

“Dia masih editorku,” kata Alexis Jenni. “Saya tidak ingin berpihak di depan publik dalam masalah ini. Millet dipercaya hanya dalam dunia sastra.”

“Dia adalah seseorang yang menulis dengan sangat baik. Ide-idenya yang dipertanyakan tidak mengurangi kualitas kesusateraannya,” imbuh Jenni.

Hakim memvonis Breivik 21 tahun penjara atas kematian 77 orang dalam dua serangan mematikan, yang diklaimnya sebagai upaya melindungi Norwegia dari penyebaran Islam di Eropa pada umumnya dan khususnya Norwegia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepenulis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalal: Apakah Harus Memindahkan Konflik Sunnah-Syiah dari Iraq ke Indonesia?
Tulisan selanjutnya Jurnalis Harus Tetap Jujur Memberitakan Sampang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?