Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Senior Australia Minta Maaf atas Kasus Pedofilia

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 Desember 2012 21:24
Bagikan
Uskup Agung Sydney, George Pell.
Bagikan

Hidayatullah.com–Uskup paling senior di Australia hari Senin (24/12/2012) meminta maaf kepada siapa saja yang “telah menderita oleh tangan” para pastor dan guru agama. Permintaan maaf ini disampaikan dalam  pesan Natal, setelah menghadapi setahun yang penuh gejolak bagi gereja.

Dalam pesan melalui video yang disiarkan di televisi, Uskup Agung Sydney, George Pell, mengatakan, dia terkejut dan malu, menyusul serangkaian tuduhan pedofilia yang dilakukan para imam dan pastor dan upaya gereja menutup-nutupi kasus-kasus tersebut.

Pell mengatakan, hatinya bersama “semua orang yang tidak bisa menemukan kedamaian saat ini, terutama mereka yang telah menderita di tangan sesama orang Kristen, pejabat Kristen, para imam, dan guru agama”.

“Saya sangat menyesal ini terjadi,” tambahnya, sebagaimana dilansir laman Channelnewsasia. “Saya merasa begitu terguncang dan malu di masyarakat atas terbongkarnya kasus-kasus kejahatan dan perbuatan buruk itu.”

Tanpa menyebutkan secara spesifik atas kasus pelecehan seks anak, Pell mengatakan, kasus yang menimbulkan luka tersebut “benar-benar bertentangan” dengan ajaran Kristus. “Kita memerlukan keyakinan di dalam kebaikan Tuhan dan cinta untuk mengatasi bencana ini, untuk membantu mereka yang telah terluka,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana Menteri Julia Gillard bulan lalu mengakhiri tekanan terus-menerus yang telah berlangsung selama satu dekade, dengan membentuk satu komisi untuk menyelidiki semua persoalan yang ditujukan pada organisasi keagamaan, sekolah, dan panti-panti negara atas kasus-kasus pelecehan.

Upaya Gillard dilakukan setelah seorang penyelidik polisi senior menyatakan, gereja telah menutup-nutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di Hunter Valley, utara Sydney, untuk melindungi pelaku pedofilia dan rusaknya reputasi.

Pemerintah di negara bagian Victoria sudah menyelidiki tuduhan pelecehan seks yang dilakukan para pastor, dan Gereja mengatakan pada sidang parlemen negara pada bulan September bahwa setidaknya 620 anak telah dilecehkan sejak 1930-an.

Ketika Gillard mengumumkan pembentukan komisi, Pell menyambut sebagai kesempatan untuk membantu para korban, “menjernihkan udara”, dan “memisahkan fakta dari fiksi”. “Kami tidak tertarik untuk menyangkal kelakuan buruk oleh Gereja Katolik,” katanya pada saat itu.

Pesan Natal yang disampaikan Pell menarik reaksi campuran dari kelompok pendukung korban, dengan beberapa mengatakan, pesan itu mewakili “perubahan besar” dalam Gereja, sementara yang lain mengatakan, tidak ada perubahan yang terlalu besar.

“Ini menyenangkan bahwa dia membuka hatinya kepada semua orang,” kata Wayne Chamley, juru bicara dari para korban yang tergabung dalam kelompok Broken Rites, kepada  televisi ABC.

“Mereka tampaknya sekarang menghargai dalam skala itu. Saya tidak bisa melihat seperti itu di masa lalu terhadap apa-apa yang sedang terjadi”

Tapi Presiden Adults Surviving Child Abuse, Cathy Kezelman, menyebut, pesan Natal itu “tanggapan yang benar-benar minim untuk ekspresi penyesalan.”

“Yang sangat penting bahwa kita mengakui kegagalan organisasi keagamaan, termasuk Gereja Katolik, untuk merespon dengan tepat kepada para korban,” katanya.

“Terhadap pengkhianatan terbesar yang dilakukan seseorang, tidak hanya harus kembali menanamkan kepercayaan,  tetapi kembali menetapkan pedoman moral.”

Gillard menolak memberi batas waktu pada komisi, tetapi mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah pertama menuju pembentukan kerangka acuan.

Tuduhan pelecehan seks anak telah mengguncang Gereja Katolik di seluruh dunia, termasuk di Irlandia, Amerika Serikat, Jerman, dan Belgia.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bisakah Suatu Fatwa Dicabut?
Tulisan selanjutnya Kemenag dan Rabithah Gelar Konferensi Fatwa Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?