Hidayatullah.com—Arab Saudi mengerahkan puluhan ribu petugas keamanan di Makkah selama bulan Ramadhan untuk mengawal ibadah umrah jamaah dari seluruh dunia.
“Kami menerjunkan sekitar 31.000 pria di dalam dan di luar Masjidil Haram guna memastikan keselamatan dan keamanan para tamu Allah,” kata Brig.Maid bin Muslih al-Juaid, wakil komandan pasukan khusus dikutip Arab News (10/7/2013).
Kepada para wartawan dia mengatakan, “Tujuan kami agar jamaah mendapati ketenangan, sehingga mereka dapat konsentrasi menjalankan ibadah.
” Petugas keamanan yang ditugaskan di Makkah dapat berbicara dalam berbagai bahasa Asing seperti, Inggris, Urdu, Prancis dan Persia untuk mempermudah komunikasi dengan jamaah.
“Sebagian dari mereka bahkan dapat berbahasa isyarat,” imbuh Al-Juaid.
Disamping melakukan tugas keamanan, mereka juga melakukan tugas kemanusiaan. Mereka mengatur pergerakan arus jamaah antara gerbang 87 di sisi barat masjid dan gerbang 32 di sebelah utara sebelum dan sesudah setiap masa shalat.
Brig. Mas’ud al-Udwani, komandan pasukan pendukung di Makkah mengatakan, sebanyak 14.500 personel tambahan telah dikerahkan di kota suci itu, sehingga petugas di lapangan total berjumlah 31.000 termasuk polisi pengatur lalulintas.
Dia menjelaskan, pasukan pendukung yang dipimpinnya mendukung tugas-tugas pasukan khusus, termasuk para petugas pengawal haji dan umrah dan polisi lalulintas.
“Semua pasukan ini sudah ditempatkan sejak hari Senin,” imbuhnya. Kol. Said al-Qarni, direktur polisi patroli di Makkah mengatakan anak buahnya akan berkeliling memantau keadaan sepanjang waktu, seraya menambahkan ada 40 komandan lapangan yang mengkoordinasikan tugas pasukannya.
“Ada sekitar 300 tim, termasuk polisi rahasia,” katanya. Kol. Talal al-Mutairy, asisten direktur polisi lalulintas mengatakan anak buahnya sudah ditempatkan di jalan-jalan utama kota Makkah dan mengarahkan kendaraan agar parkir di area pinggiran kota.*