Hidayatullah.com—Kursi Suriah di Liga Arab yang saat ini kosong karena keanggotaannya dihentikan sementara, masih tetap akan lowong sampai oposisi berhasil membentuk institusinya.
“Pertemuan tingkat tinggi Arab terakhir di Doha pada Maret 2012 menetapkan pemberian kursi Suriah dalam Liga kepada oposisi, tetapi mereka belum membentuk institusinya dan harus mengambil langkah lebih jauh dalam masalah ini,” kata Nabil Al-Arabi setelah pertemuan Dewan Menteri Arab hari Ahad (9/3/2014) dilansir AFP.
Bulan Nopember 2013, ketua Koalisi Nasional Suriah (SNC) Ahmad Al-Jarba mengatakan oposisi mengklaim kursi negaranya di organisasi negara-negara Arab itu, meskipun hingga saat ini kelompok itu masih berjuang mempersatukan kelompok oposisi yang ada dan menerapkan legitimasinya di lapangan.
Koalisi oposisi yang berbasis di Istanbul, Turki, tersebut selain terdiri dari kelompok Islam juga mencakup oposisi non-Islam. SNC dianggap sebagai salah satu perwakilan oposisi Suriah yang paling penting.
Pertemuan menteri Arab kemarin, mengundang Jarba untuk berbicara dalam pertemuan selanjutnya di Kuwait pada 25 Maret mendatang.*