Hidayatullah.com–Sejumlah organisasi Islam di Amerika Serikat ikut mengecam aksi kejahatan Boko Haram di Nigeria yang telah menculik sekitar 300 pelajar putri.
Kelompok Boko Haram telah menculik mereka dari “Chibok”, sebuah Sekolah Menengah Putri milik pemerintah di negara bagian Borno 24 hari yang lalu.
“Kelompok-kelompok ini berkumpul bersama untuk mengirim pesan yang sangat jelas, sebuah pesan dari komunitas kami,” kata Imam Johari Abdul Malik, Direktur aktivitas pelayanan di Dar al Hijrah Islamic Center di Virginia utara, “bahwa perilaku itu benar-benar tidak disukai,” demikian ujarnya dalam rilis yang dimuat di World Bulletin, berbahasa Inggris belum lama ini.
Sementara itu, pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, mengatakan dalam sebuah rekaman video terbaru yang dirilis di internet bahwa ia akan menjual gadis-gadis itu.
“Aku menculik gadis-gadis kalian. Aku akan menjual mereka di pasar, demi Allah.” Dalam video itu dapat didengar Shekau mengatakan, “Allah berfirman, aku harus menjual. Dia menyuruh saya untuk menjual. Saya akan menjual wanita. Saya menjual wanita!”
Zainab Chaudry, perwakilan dari Council on American-Islamic Relations, sebuah kelompok hak-hak sipil Muslim, mengatakan bahwa tindakan itu tidak ada tempat dalam Islam. Menurutnya, tindakan Boko Haram yang dinilainya tidak senonoh dan tidak bermoral.
Hoda Elshishtawy, seorang analis kebijakan nasional dari Muslim Public Affairs Council juga melawan dengan sengit klaim kelompok ini yang dikenal menentang pendidikan Barat.
“Mereka telah melanggar inti ajaran Islam yang menilai kehidupan manusia sebagai sesuatu yang suci, melarang merampas kebebasan dasar manusia, memerintahkan mencari pengetahuan sebagai suatu kewajiban bagi setiap Muslim; dan memperoleh pendidikan adalah hak dasar manusia, ” kata Elshishtawy.*