Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika, Iran Bantu Iraq Lawan Milisi Sunni

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2014 13:13 1:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2014 13:13
Bagikan
Relawan Syiah Iraq melakukan latihan militer di Karbala untuk menghadapi milisi Sunni
Bagikan

Hidayatullah.com–Pesawat tempur Suriah meluncurkan serangan di barat Irak, menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai lebih dari 132 lainnya, Selasa kemarin.

Serangan ini merupakan upaya rezim Bashar al-Assad meningkatkan aktivitas militernya guna membantu pemerintah Iraq – yang didominasi Syiah—memerangi kelompok milisi Sunni.

Pada Selasa, rudal Hellfire yang diluncurkan dari pesawat-pesawat pemerintah Suriah mengenai bangunan pemerintah daerah, sebuah pasar, dan bank di wilayah Al Rutba, demikian menurut pejabat provinsi Anbar.

Keterangan ini dibenarkan Mohammed Al Qubaisi, dokter di rumah sakit utama di Al Rutba.

Serangan udara Suriah sudah terjadi dua hari berturut-turut, menurut kedua sumber. Suriah bergabung bersama Iran dalam membantu pemerintah Baghdad yang Syiah melawan kelompok dipimpin Negara Islam di Iraq dan al Sham (ISIS). Sementara Teheran telah mengerahkan pasukan khusus guna membantu melindungi ibukota serta Najaf dan Karbala, kota-kota Iraq yang dianggap suci oleh kaum Syiah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tak ada konfirmasi dari pemerintah Suriah atau petinggi angkatan udara Iraq bahwa pesawat tempur Suriah telah memasuki wilayah udara Iraq. Kemampuan udara Iraq sendiri terbatas dan tidak mungkin meluncurkan serangan semacam itu. Laporan soal serangan Suriah ini banyak diberitakan media Iraq.

Beberapa minggu terakhir, pejabat Amerika Serikat dalam sejumlah kesempatan telah mengonfirmasi beberapa serangan oleh pesawat tempur dan helikopter Suriah di perbatasan Iraq yang dikuasai milisi Sunni.

Jika dikonfirmasi, serangan hari Selasa akan jadi yang pertama yang menelan banyak korban jiwa sipil.

Baru-baru ini, kelompok milisi Sunni telah merebut kota-kota utama di provinsi Anbar, basis kuat Muslim Sunni Iraq. Milisi kini menguasai wilayah seluas ratusan kilometer di perbatasan Iraq-Suriah.

Laporan-laporan berita lain menyebutkan, serangan udara Suriah dilangsungkan di atas ruang udara Iraq.

Perbatasan Iraq-Suriah sangat mudah ditembus dan dalam satu minggu belakangan telah didominasi pemberontak ISIS di kedua sisi. Pada Maret 2013, al Qaeda di Iraq – pendahulu ISIS—telah berhasil menewaskan lebih dari 50 tentara Suriah yang berjalan melintasi perbatasan Iraq.

Sementara itu, Perdana Menteri Iraq, Nouri al-Maliki yang pro Syiah dikenal memiliki hubungan baik dengan rezim Assad dan dengan Iran.

Sama seperti AS, ketiga negara itu memiliki musuh sama, yakni ISIS.

Abdullah Al Shimmari, anggota Dewan Militer Suku Anbar yang beraliansi dengan ISIS, mengecam keterlibatan Suriah-Iran di Iraq. Ia berjanji akan membalas serangan itu.

“Kami kini menghadapi serangan Iran yang agresif di tangan-tangan Arab,” kata Al Shimmari. “Kami akan segera merespons itu,” ujarnya dikutip BBC.

Di sisi lain, Iran juga mendukung pemerintah Baghdad yang dipimpin Syiah, dengan menyuplai berton-ton peralatan militer dan mengerahkan pesawat-pesawat pengintai tanpa awak di ruang udara Irak dari sebuah lapangan udara di Baghdad.

Perang Suriah dan Iran melawan  ISIS dan milisi Sunni telah menimbulkan benturan kepentingan dengan Amerika, yang menentang rezim Presiden Bashar al-Assad di Damaskus, dan terlibat dalam perundingan sengit dengan Iran terkait program nuklirnya.

Dikutip Voice of America (VoA), President Barack Obama telah mengerahkan hingga 300 penasehat militer ke Baghdad untuk membantu para pejabat Iraq. Amerika kini melakukan 30-35 penerbangan pengawasan setiap harinya di atas Iraq.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iraqkarbalasyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI minta Penentuan 1 Ramadhan tak Diperdebatkan
Tulisan selanjutnya Penutupan Total Dolly dan Jarak Dimulai Pasca Idul Fitri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?