Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Church of England Bolehkan Wanita Menjadi Uskup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2014 19:57 7:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2014 19:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Church of England setuju untuk memperbolehkan wanita menjadi uskup, sebuah kebijakan yang meruntuhkan tradisi ratusan tahun dan perselisihan selama puluhan tahun.

Setelah melewati perdebatan selama 5 jam dan pemungutan suara, Sinoda Umum dalam pertemuannya di kita York sebelah utara Inggris menyetujui kebijakan yang memperbolehkan wanita menjadi uskup, lansir Euronews Senin (14/7/2014).

Perubahan revolusioner itu didukung oleh Uskup Agung Canterbury Justin Welby, pemimpin spiritual tertinggi 80 juta penganut kristen Anglikan, yang mengatakan sangat senang dengan hasil pemungutan suara di Sinoda Umum.

Menurut Welby, keputusan itu didasarkan pada teologi dan bukan pada tradisi budaya gereja.

“Itu adalah sesuatu yang sangat-sangat saya tunggu sekali dan itu sangat menggembirakan,” kataWelby kepada BBC, seraya mengatakan dia sadar masih ada sekelompok orang di gereja yang menentang kebijakan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gereja Anglikan sebelumnya sudah mengizinkan wanita menjadi pendeta pada 1992. Tetapi lampu hijau untuk melantik wanita menjadi uskup belum muncul karena ada penentangan dari para rohaniwan gereja yang didominasi oleh kaum Adam.

Rancangan legislasi yang membolehkan wanita menjadi uskup ditentang oleh Sinoda pada tahun 2012.

Sementara di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan New Zealand sudah ada wanita yang menjabat sebagai uskup, namun gereja-gereja Anglikan di banyak negara berkembang masih enggan untuk mentahbiskan wanita sebagai pendeta.

Church of England adalah otoritas tertinggi dari Kristen Anglikan. Aliran Anglikan sendiri merupakan cabang dari Katolik yang didirikan oleh Raja Inggris Henry VIII. Henry VIII –yang memilik banyak wanita selingkuhan– sebagai raja Inggris kala itu memiliki kekuasaan keagamaan yang luas, sehingga bisa mengutak-atik ajaran gereja. Aliran itu sengaja disempalkan oleh Henry VIII dari Gereja Katolik agar dirinya bisa menceraikan istri pertamanya Catherine of Aragon dan menikahi gundiknya Anne Boleyn, sebab berdasarkan ajaran Katolik perceraian diharamkan dan tidak mugkin terjadi. Dengan menyempalnya ajaran Kristen yang dianut kerajaan Inggris dari otoritas Katolik di Roma, raja Inggris itu menjadikan Church of England sebagai otoritas tertinggi Kristen Anglikan.

Sejak itu Church of England mengeluarkan ‘fatwa” sendiri untuk para pengikutnya yang tidak jarang berbeda atau berseberangan dengan otoritas Gereja Katolik Roma di Vatikan dan menjadi “agama baru” bagi sebagian besar bangasawan dan rakyat Inggris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Inggris William Hague Mengundurkan Diri
Tulisan selanjutnya Pangeran Mahkota Kunjungi Warga Gaza yang Dirawat di Yordania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?