Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jelang Referendum Politisi Inggris Pro-Uni Eropa Tewas Ditembak dan Ditikam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juni 2016 10:54 10:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juni 2016 10:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang anggota parlemen Inggris pro-Uni Eropa diserang di jalan secara tiba-tiba di siang bolong pada hari Kamis (16/6/2016), sehingga kampanye dalam rangka referendum penentuan keanggotaan Inggris di UE dihentikan sepekan menjelang hari penting itu.

Jo Cox, 41, ibu dua orang anak politisi asal Partai Buruh, ditembak di bagian wajah dan tergeletak di jalan desa Birstall, West Yorkshire.

Seorang saksi bernama Clarke Rothwell mengatakan kepada BBC bahwa dia melihat seorang pria memegang senjata api dan berteriak “put Britain first” (dahulukan Inggris) berulang kali sebelum melancarkan serangan.

Akibat kejadian itu, baik kubu pendukung Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa (Remain) maupun kubu yang ingin Inggris keluar dari Uni Eropa (Leave/Brexit) menghentikan kampanye mereka.

Jo Cox adalah anggota parlemen pertama yang dibunuh sejak 1990, ketika Ian Gow tewas di tangan kelompok teroris pemberontak Irlandia Utara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pelaku ditangkap di Market Street, tidak jauh dari Birstall Library di mana Cox menemui konstituennya. Pria itu dikenal penduduk setempat sebagai Tommy Mair.

Saksi Clarke Rothwell mengatakan dia mendengar suara “letupan kencang” seperti balon meletus.

“Ketika saya melihat sekeliling ada seorang pria berdiri di sana, berusia sekitar 50-an tahun, mengenakan topi baseball dan jaket, serta senjata api, kelihatannya senjata api model lawas ada di tangannya,” cerita Rothwell.

“Dia menembak ibu itu sekali lalu dia menembaknya lagi. Dia (pelaku) jatuh ke tanah, memiringkan badannya lalu menembak wanita itu sekali lagi di bagian wajah.”

“Seseorang berusaha meringkusnya, bergulat dengannya dan kemudian dia (pelaku) mengeluarkan sebilah pisau, seperti pisau berburu, lalu menikam wanita itu dengan pisau berulang-ulang. Orang-orang berteriak-teriak dan berhamburan lari meninggalkan tempat itu,” kata Rothwell.

Seorang saksi lain bernama Hithem Ben Abdallah, 56, sedang berada di kafe sebelah perpustakaan pada pukul 13:00 lebih sedikit, ketika dia mendengar suara teriakan lalu pergi ke luar untuk melihat.

“Ada seorang pria yang kelihatan sangat berani dan seorang laki-laki lain mengenakan topi baseball putih yang berusaha untuk ditaklukkannya. Lalu laki-laki yang bertopi itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah senjata api dari dalam tasnya.”

Setelah terjadi pergulatan beberapa saat, kata saksi, pria itu mundur. Kemudian terlibatlah wanita anggota parlemen tersebut.

Abdallah mengatakan senjata api itu “kelihatannya seperti buatan tangan” dan seorang pria yang bergulat dengan pria bersenjata itu terus bertarung dengannya meskipun dia melihat senjata itu.

“Pria yang bersenjata itu melangkah mundur lalu melancarkan tembakan, kemudian dia melancarkan tembakan kedua. Saat menembak dia melihat ke bawah (tanah). Dia menendang wanita itu yang terbaring di tanah,” kata Abdallah.

Jo Cox dilahirkan di Batley. Dia terpilih menjadi anggota parlemen pertama kali tahun 2015. Wanita bersuamikan Brendan Cox itu lulusan Heckmondwike Grammar School. Dia lulus dari Universitas Cambridge pada tahun 1995, lalu bekerja di Oxfam sebagai kepala kebijakan.

Jo Cox termasuk politisi yang mendukung agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa. Teriakan pelaku “put Britain first” yang ditujukan kepadanya merujuk pada referendum 26 Juni mendatang, sepertinya dia bersikap berseberangan dengan Jo Cox. Perang urat syaraf antara kubu Leave dan Remain semakin panas menjelang referendum penentuan nasib keanggotaan Inggris di UE.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertama Kalinya, Daurah Qur’an Hafal 5 Juz di NTT
Tulisan selanjutnya Terhadap Gangguan Orang Kafir, Bersabarlah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?