Hidayatullah.com—Amerika serikat melakukan serangan komando di daerah pertahanan Al-Qaeda di Yaman bagian tengah dan menewaskan 14 militan, kata pihak militer seperti dilansir BBC Ahad (29/1/2017).
Satu prajurit Amerika Serikat tewas dan tiga lainnya terluka dalam operasi tersebut.
Beberapa helikopter Apache dikabarkan ikut ambil bagian dalam operasi khusus yang dilakukan di Provinsi Al-Baida tersebut.
Tiga pemimpin Al-Qaeda termasuk yang terbunuh dalam pertempuran selama 45 menit di sebuah desa di distrik Yakla itu. Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan angka lebih tinggi.
Pesawat-pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat rutin melakukan serangan terhadap Al-Qaeda di Yaman.
Sumber-sumber lokal sebelumnya menyebutkan 41 militan dan 16 warga sipil ikut terbunuh dalam operasi khusus militer Amerika Serikat itu.
Seorang pejabat provinsi mengatakan helikopter-helikopter Amerika itu menarget rumah sakit, sekolah dan masjid.
Tokoh Al-Qaeda Abdul Raouf Al-Dhahab salah satu yang terbunuh dalam serangan malam hari itu di mana sejumlah drone juga dikerahkan.
Menurut koresponden BBC Frank Gardner, serangan sebelum fajar itu dilakukan oleh pasukan komando US Special Operation di Yaman dan telah direncanakan semasa Barack Obama menjabat presiden. Namun, Presiden Donald Trump yang memberikan otorisasi serangan itu dilakukan. Serangan ini termasuk langka, di mana tentara AS menjejakkan kakinya melakukan serangan darat di wilayah yang menjadi daerah pertahanan Al-Qaeda dan suku-suku lokal pendukungnya *