Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Indonesia-OKI Keluarkan Komunike Hentikan Kekerasan Rohingya

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 September 2017 09:55 9:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 September 2017 09:55
Bagikan
Wapres M Jusuf Kalla di KTT OKI tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang diselenggarakan di The Palace of Indepedence, Astana, Kazakhstan, Ahad (10/09/2017)
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan Indonesia dan negara-negara Organisasi Konferensi Islam sepakat untuk mengeluarkan komunike bersama agar Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap warga etnis Muslim Rohingya.

“Jadi tadi negara-negara OKI sepakat untuk mengeluarkan komunike bersama mendesak Myanmar segera menghentikan kekerasan,” kata Wapres M Jusuf Kalla usai mengikuti pertemuan tertutup negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di sela-sela sidang tahunan Perserikatan Bangsa-bangsa di New York, Amerika Serikat, Selasa (19/09/2017) dikutip Antaranews.

Baca: Di KTT, Indonesia Dorong OKI Bekerja Sama Atasi Krisis Rohingya .

Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa OKI maupun PBB hanya bisa memberikan tekanan politik kepada Myanmar untuk segera menghentikan kekerasan. Dalam pertemuan tertutup negara-negara OKI tersebut, tambah Wapres, juga sepakat secara bersama-sama membantu Rohingya dari sisi kamanusian dengan memberikan bantuan.

“Kita (OKI) sepakat bersama-sama membantu para pengungsi Rohingya dan tentu Indonesia punya peran karena hanya kita yang diperbolehkan oleh pemerintah Myanmar,” kata Wapres.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah menawarkan formula 4+1 untuk Rakhine State. Formula 4+1 tersebut:

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

(i) mengembalikan stabilitas dan keamanan.

(ii) menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan.

(iii) perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama.

Dan (iv) pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kamanusiaan.

Baca: Jusuf Kalla: OKI Sepakat Bangun 8000 Rumah Pengungsi Rohingya

Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa yang digelar pekan ini akan mengusung delapan topik utama.

Dilansir dari laman resmi PBB, pertemuan yang digelar di New York pada 18-23 September 2017 ini akan mengusung delapan topik yang akan dibagi dalam tiga kelompok pembahasan.

Pertama adalah pendidikan, lingkungan hidup, perkambangan sosial. Kedua, perdagangan global, gender/seksualitas dan kehidupan masyarakat. Ketiga, teknologi, inovasi, air dan sanitasi serta globalisasi dalam agenda PBB 2030 (SDGs). *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:etnis Muslim RohingyaKetua Tim Pencari Fakta PBB Marzuki DarusmanKomunikeM Jusuf Kallamuslim RohingyamyanmarOKIOrganisasi Konferensi IslamPBBpembersihan etnispenyelidik hak asasi manusiaRakhineRohingyaWapres
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB Minta Akses Penuh Selidiki Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar
Tulisan selanjutnya Masjid Turki Galakkan Bantuan untuk Muslim Arakan di Bangladesh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?