Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rezim Myanmar Salahkan ‘Kelompok Bersenjata’ Halangi Proses Perdamaian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2018 13:00 1:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2018 12:57
Bagikan
Jenderal Min Aung Hlaing
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer Myanmar mengklaim bahwa “kelompok etnis bersenjata” telah menunda proses pembicaraan damai dengan melanjutkan serangan terhadap negara itu.

Dalam putaran ketiga pembicaraan damai yang berlangsung di Naypyidaw hari Rabu ini, Panglima Myanmar, Min Aung Hlaing, mengklaim bahwa kelompok ‘etnis bersenjata’ bertanggung jawab atas pencemaran nama baik.

“Saya mendorong Anda untuk menentang semua konflik bersenjata yang mengancam perkembangan negara ini,” kata Aung Hlaing dikutip AFP.

Menurut data Myanmar Peace Monitor ada 18 kelompok bersenjata di Myanmar.

14 di antaranya saat ini berkomitmen untuk melakukan gencatan senjata. Sementara 4 lainnya masih melangsungkan pertempuran, yakni Arakan Army (di Rakhine yang dihuni Rohingya), Kachin Independence Organization, Palaung State Liberation Front, dan Myanmar National Truth and Justice Party.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Myanmar Menolak Penyelidikan PBB terkait Kejahatan terhadap Etnis Rohingya

Kekerasan berdarah dan konflik internal di Myanmar berlangsung puluhan tahun tanpa terlihat penyelesaiannya hingga kini.

Arakan Rohingya Salvation Army/Tentara Solidaritas Rohingya Arakan (ARSA), yang sebelumnya dikenal sebagai   Harakah al-Yaqin, pertama kali tampil pada Oktober 2016 ketika kelompok itu menyerang tiga pos polisi di Maungdaw dan Rathedaung, membunuh sembilan petugas polisi.

Maung Zarni, seorang anggota non-residen di Pusat Studi Ekstrimisme Eropa, mengatakan pada Aljazeera  ARSA bukan teror layaknya ISIS, ia hanya aksi segelintir kelompok untuk bertahan dari “perlakuan kejam sistematis dengan ukuran genosida” oleh militer Myanmar.

“Itu bukanlah sebuah kelompok teroris yang bertujuan menyerang ke jantung masyarakat Myanmar seperti yang diklaim oleh pemerintah Myanmar,” kata Zarni.

“Mereka ialah sekelompok lelaki putus asa yang memutuskan untuk membentuk semacam kelompok pertahanan diri dan melindungi rakyat mereka yang  hidup dalam kondisi yang mirip dengan kamp konsentrasi Nazi,” dia menambahkan.

Baca: PBB Tepis Laporan Temuan Komisi Penyelidikan versi Myanmar Soal Rohingya

Hal ini dibuktikan dalam pernyataan video berdurasi 18 menit yang dikeluarkan pada Oktober lalu oleh kelompok itu. Dimana Ataullah Abu Amar Jununi, pemimpin ARSA, memberikan pembelaan terkait serangan itu, menyalahkan tentara Myanmar yang memicu kekerasan.

“Selama 75 tahun telah terjadi berbagai kejahatan kekejaman yang dilakukan terhadap Rohingya … itulah mengapa kami melakukan serangan pada 9 Oktober 2016 – untuk mengirim pesan bahwa jika kekerasan tidak dihentikan, kami mempunyai hak untuk membela diri kami,” katanya dikutip Aljazeera.

ARSA adalah gerakan bertahan sebagai pilihan terakhir kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya.

Namun pada 25 Agustus 2017, aksi ARSA menyerang 30 polisi dan markas tentara, dibalas secara masif militer Myanmar, dalam sebuah ‘operasi pembersihan etnis’ yang memaksa sekitar 650 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Militer Myanmar belum lama ini menghalang-halangi Yanghee Lee, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk hak asasi manusia di Myanmar (Burma) dalam melakukan investigasi dan pencarian fakta.

Penolakan untuk bekerja sama ini merupakan langkah terakhir Burma dalam usahanya untuk menyembunyikan kejahatan militer terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran massal, terhadap populasi etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arakan Rohingya SalvationARSAburmaetnis RohingyaHAMHarakah al-Yaqinkelompok bersenjatamiliter MyanmarMin Aung Hlaingmuslim RohingyamyanmarNaypyidawpembersihan etnisperdamaianTentara Solidaritas Rohingya Arakan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Gempur Pasukan Rezim Bashar di Quneitra
Tulisan selanjutnya Pejabat Kementerian Pertahanan Saudi Ditangkap atas Kasus Suap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?