Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Menolak Warga Palestina Berpaspor Sementara Jordan

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 September 2018 10:52 10:52 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 September 2018 10:52
Bagikan
Pengungsi Palestina di Jordania
Bagikan

Hidayatullah.com—Kerajaan Arab Saudi (KSA) tidak mengizinkan warga Palestina yang memiliki paspor sementara Jordan memasuki negara itu, guna mencegah ratusan ribu pengungsi melakukan Haji dan Umrah, tulis Middle East Monitor (MEE).

Beberapa agen perjalanan mengatakan mereka diberitahu tentang larangan yang berlaku mulai bulan ini, bahwa mereka tidak lagi perlu mengajukan permohonan masuk ke Arab Saudi jika berpaspor sementara Jordan, meskipun tidak ada pengumuman resmi dibuat.

Aturan tersebut mempengaruhi hampir 634.000 warga Palestina yang tinggal di Yordania dan Yerusalem Timur yang tidak memiliki akses dokumen perjalanan, untuk memungkinkan mereka pergi ke Arab Saudi, sebagaimana Muslim di negara lain.

Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Yordania Kamal Abu Dhiab menegaskan bahwa Arab Saudi mengatakan kepada mereka untuk tidak mengajukan permohonan visa bagi siapa saja yang memiliki paspor sementara Yordania.

Baca: Kedutaan Arab Saudi Menolak Visa Haji Pengungsi Palestina ..

Paspor sementara Yordania diberikan kepada warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur oleh Departemen Paspor di Amman dan berlaku dalam lima tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pengungsi Palestina dari Jalur Gaza memperkirakan sekitar 150.000 orang yang tinggal di Yordania, juga diberi paspor sementara, sementara mereka yang tinggal di wilayah pendudukan rezim Zionis di Tepi Barat juga berhak mengajukan permohonan.

Paspor sementara tidak memiliki nomor kartu identitas nasional, dan karena itu mereka tidak memenuhi syarat sebagaimana hak-hak penduduk berkewarganegaraan Yordania.

Biasanya, warga Palestina di Yerusalem Timur menggunakan paspor untuk bepergian, terutama ke negara-negara Arab yang tidak mengakui ‘Israel’ atau dokumen yang dikeluarkan oleh penjajah ‘Israel’.

Kamal mengatakan Konsulat Saudi di Amman mengatakan kepada agen perjalanan untuk tidak mengajukan permohonan visa bagi siapa saja yang menggunakan paspor sementara Jordan.

Baca: Jamaah Haji Palestina 3 Hari Terlantar di Perbatasan Saudi

Pemilik perusahaan perjalanan di Yerusalem Timur, Abu Khaled al-Jimzawi mengatakan, mereka diberitahu tentang masalah ini oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina di Ramallah.

“Kami diberitahu tentang keputusan awal bulan ini. Otoritas Saudi telah mengatakan kepada agen perjalanan di Palestina dan Yordania bahwa mereka tidak akan mengeluarkan visa untuk pelamar dengan paspor sementara untuk Yordania, “katanya.

Abu Khaled al-Jimzawi, pemilik kantor Pariwisata dan Perjalanan al-Odeh di Yerusalem Timur, mengatakan bahwa dia telah diberitahu keputusan ini oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina di Ramallah, ibu kota administratif dibawah kendali Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat.

“Kami diberitahu tentang keputusan itu pada awal September. Mereka [pihak berwenang Saudi] telah memberitahu perusahaan-perusahaan pariwisata Palestina dan Yordania dan Kementerian Wakaf Palestina bahwa mereka akan menolak mengeluarkan visa untuk paspor sementara yang tidak memiliki nomor nasional,” Kata Jimzawi.

Baca: Pemerintah Diminta Tidak Kompromi dengan ‘Israel’ Soal Visa

Hilangnya status

Pemilik sebuah agen perjalanan Umrah dan Haji yang tak mau disebut identitasnya mengatakan kepada MEE, warga Palestina di Jerusalem Timur didorong untuk mengajukan paspor yang dikeluarkan oleh PA.

Menurut agen perjalanan itu, paspor PA akan dikenakan biaya sebesar 240 shekel ($ 65), berlaku hanya untuk satu tahun dan mengambil satu hari untuk diproses.

“Warga Palestina di Yerusalem takut akan dampak keputusan ini. Jika mereka mengajukan permohonan untuk dokumen yang dikeluarkan oleh PA, mereka takut status hukum dan tempat tinggal mereka di Yerusalem bisa terancam,” katanya.

Sebagaimana diketahui, penjajah ‘Israel’ menduduki Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967, dan sejak itu berusaha untuk mencapainya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. Warga Palestina yang tetap tinggal di kota dan keturunan mereka berada di bawah hukum penjajah ‘Israel’, diakui sebagai penduduk Yerusalem Timur, namun status ini sering dicabut oleh penjajah dengan berbagai alasan – seperti alasan kewarganegaraan ganda.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudihajijordaniaKSAOtoritas Palestinapalestinapasporumrah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Warga Palestina Gugur dalam Serangan Udara ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Kemana Keadilan bagi Muslim Uighur di China?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?