Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pangeran Bin Salman Membantah Pernyataan Donald Trump

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2018 22:07 10:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Oktober 2018 09:34
Bagikan
Kunjugan Pangeran Mohammad bin Salman ke Gedung Oval
Bagikan

Hidayatullah.com—Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman membantah komentar yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump yang mengklaim Raja Arab Saudi tidak dapat mempertahankan posisinya meskipun hanya dua minggu tanpa dukungan militer AS dan menuntut pemimpin untuk membayar langkah itu.

“Saya senang bekerja dengannya, Anda tahu, Anda harus menerima bahwa setiap teman akan mengeluarkan kata-kata yang baik atau buruk,” kata Pangeran Mohammed dalam wawancara dengan Bloomberg via Aljazeera Jumat (5/10/2018).

MBS berujar AS dan Saudi telah mencapai banyak keberhasilan di Timur Tengah.

Sebelum ini, Trump membuat komentar di sebuah pertemuan di Mississippi hari Selasa lalu.

Meskipun kata-katanya agak keras, pemerintahan Trump telah menjalin hubungan dekat dengan Arab Saudi yang dicirikan oleh hambatan-hambatan impian Iran di wilayah tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, Trump menggembar-gemborkan peran AS kepada Saudi saat berpidato di hadapan pendukung Partai Republik di Minnesota Kamis (4/10/2018).

Baca: Donald Trump: Saudi Tak akan Bertahan 2 Pekan Tanpa AS

Mantan pembawa acara The Apprentice tersebut menceritakan Riyadh harus membayar lebih untuk sektor pertahanannya. “Saya bertanya ‘Permisi Raja Salman, apakah Anda tak keberatan membayar?’ Kemudian dia setuju untuk menaikkan kontribusinya,” terang Trump.

Namun Pangeran Mohammad Bin Salman mengatakan, semua yang dibayarkan ke Amerika itu tidaklah gratis.

“Semua peralatan dan senjata yang diterima dari AS telah dibayar, itu tidak gratis. Jadi sejak hubungan antara kedua negara dimulai, kami membeli semuanya dengan uang, “katanya.

MBS juga menyindir kondisi Saudi dengan Amerika, yang disebutnya perlu perang sipil mengorbankan banyak nyawa hanya untuk membebaskan perbudakan.

“… jika kamu melihat Amerika Serikat, ketika misalnya mereka ingin membebaskan budak. Berapa harganya? Perang sipil. Ini membagi Amerika selama beberapa tahun. Ribuan, puluhan ribu orang tewas untuk memenangkan kebebasan bagi para budak, ”Bin Salman mengatakan kepada Bloomberg, dalam wawancara luas yang diterbitkan Jumat.

Bin Salman juga menepis komentar Donald Trump yang dinilai agak memalukan tentang Arab Saudi yang akan musnah dalam waktu dua minggu tanpa dukungan Amerika, mengatakan bahwa kerajaannya ada beberapa dekade sebelum AS dan akan membutuhkan  sekitar 2.000 tahun untuk mungkin menghadapi beberapa bahaya.”

Baca: Kedubes: Saudi Dukung Donald Trump Hadapi Iran

“Dibutuhkan waktu hingga 2000 tahun sebelum kami mendapat bahaya besar. Jadi, kami tak bakal membayar apapun untuk keamanan kami,” tegas  pangeran, menjelaskan bahwa karena pernyataan Trump dengan jelas ditujukan kepada pemirsa domestik, dia tidak menganggapnya ofensif.

“Kami percaya bahwa semua persenjataan yang kami miliki dari Amerika Serikat dibayar, itu bukan senjata gratis,” dia menegaskan. Menjelaskan bahwa, setelah Trump menjadi presiden AS, Arab Saudi telah setuju untuk mendapatkan hampir 60 persen persenjataannya dari Washington, ia menekankan bahwa Riyadh tidak berhutang ekstra karena selalu membayar pasokan senjata secara tunai.

Saudi tidak takut, karena hanya 1.500 ‘ekstremis’ yang ditangkap dalam 3 tahun,  membandingkan dengan 50.000 ditangkap di Turki setelah kudeta militer di sana, kata Bin Salman.

Bin Salman telah menjadi wajah “reformasi” yang telah dilakukan Riyadh untuk mendiversifikasi ekonominya dan mengendurkan beberapa undang-undangnya – seperti memungkinkan perempuan mengemudi.

Di sisi lain,  hubungan Kerajaan Arab Saudi  dengan Qatar telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir setelah Riyadh dan sekutu-sekutunya memblokade Qatar Juni 2107, dengan tuduhan pemerintahan monarkhi itu  diam-diam berkolaborasi dengan Iran dan mendukug  DAESH dan  kelompok teror. Meski berkali-kali Qatar membantahnya,  tak ada tanda-tanda berakhirnya ketegangan dalam waktu dekat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiDonald TrumpminyakMohammad bin SalmanPangeranPresiden ASPutera Mahkotasenjata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelayanan Medis, Relawan Dokter IMS Jangkau Lokasi Tersulit di Palu
Tulisan selanjutnya Pimpin Relawan, Bupati Enrekang: Mari Rawat Anak-anak Yatim Korban Gempa Palu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?