Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Presiden Nigeria Goodluck Jonathan Tuding Obama Gagalkan Pencapresannya Tahun 2015

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Desember 2018 18:21 6:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Desember 2018 18:21
Bagikan
Goodluck Jonathan dan Barack Obama.
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakan bahwa pencalonannya sebagai presiden untuk periode kedua pada tahun 2015 dikacaukan oleh presiden Amerika Serikat kala itu, Barack Obama.

Dalam wawancara eksklusif dengan wartawan BBC Chris Ewokor yang dipublikasikan hari Jumat (30/11/2018), Jonathan mengaku merasa aneh dengan sejumlah tindakan yang dilakukan pejabat-pejabat Amerika Serikat dan Obama berkaitan dengan negaranya menjelang pemilihan presiden 2015, di mana dia kahirnya kalah suara dari pensiunan jenderal, Muhammadu Buhari.

Menurut Jonathan adalah tindakan tidak biasa dalam hubungan diplomatik pemerintah AS mengirim menteri luar negerinya kala itu, John Kerry, ke Nigeria di malam menjelang pilpres Mei 2015, padahal sebelumnya Obama sudah menyuarakan desakannya agar rakyat Nigeria berperan aktif dalam pemilu guna memilih presiden yang baru.

Tidak hanya itu, Jonathan menuding kasus penculikan ratusan pelajar putri Chibok dipolitisasi oleh Obama guna mempengaruhi pemilik suara menjelang pemilu Mei 2015. Dalam hitungan hari kasus penculikan pelajar Chibok langsung mendapat tanggapan dari Gedung Putih di mana istri Obama, Michele, berpose sambil membawa tulisan menuntut agar gadis-gadis itu segera diselamatkan. Hal itu, menurut Jonathan, seakan mengesankan dirinya adalah presiden yang lemah sehingga tidak layak dipilih kembali.

Bekas presiden Nigeria itu mengatakan bahwa sementara dirinya tidak bisa dipersalahkan atas terjadinya penculikan 278 pelajar putri di Chibok, dia mengaku ikut bersalah dalam kegagalan aparat keamanan yang tidak berhasil menyelamatkan ratusan anak perempuan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari 100 anak-anak gadis yang diculik tersebut hingga kini masih dinyatakan hilang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cegah Tentara Bayaran, Ukraina Larang Pria Rusia Masuk Wilayahnya
Tulisan selanjutnya Dari Satpam sampai Bikers Dukung Reuni 212

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?