Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peresmian “Jalan Apartheid” Mendapat Kecaman Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Januari 2019 13:28 1:28 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 Januari 2019 13:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Setelah beberapa tahun tertunda, hari Kamis, penjajah ‘Israel’ meresmikan jalan raya baru di Tepi Barat memisahkan lalu lintas ‘Israel’ dan Palestina.

Rute 4370 di wilayah Yerusalem dibuka dengan menghubungkan Pemukiman Geva Binyamin ke Rute 1, Jalan Raya Yerusalem-Tel Aviv, antara French Hill dan Terowongan Naomi Shemer, yang mengarah ke Gunung Scopus.

Jalan raya, dengan panjang sekitar 2 mil yang memisahkan pengemudi Palestina di satu sisi dan pemukim Yahudi di sisi lain dengan pagar setinggi 26 kaki, menurut sebuah laporan.

Jalan yang dijuluki para analis sebagai “Apartheid Road” (Jalan Apartheid) dibagi di tengah oleh tembok setinggi delapan meter.

Rute 4370, hanya terbuka untuk kendaraan ‘Israel’ saja, sementara separuh lainnya hanya akan terbuka untuk lalu lintas Palestina. Yang artinya, sistem jalan terpisah ini menguntungkan pemukim Yahudi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Penjajah Israel Setujui ‘Yahudisasi” Nama Jalan-jalan dan Perkampungan di Al Quds

Sebagian besar penggunanya diharapkan menjadi pemukim yang tinggal di utara kota, yang datang ke kota setiap hari untuk bekerja dan belajar. Dalam beberapa tahun terakhir, kemacetan meningkat pesat di pos pemeriksaan Hizma, yang dilalui para pemukim.

Jalan yang terletak di luar yurisdiksi Yerusalem, akan dibuka mulai jam 5 pagi hingga tengah hari setiap hari dan digunakan sebagian besar oleh para pemukim yang bepergian ke kota untuk bekerja dan belajar.

Untuk saat ini, jalan baru akan terbuka hanya antara 5 M. dan siang hari, ketika lalu lintas terberat.

Kepala Dewan Daerah Binyamin, Y’Israel’ Gantz, yang mengambil bagian dalam upacara pembukaan, menyebut jalan itu “tidak kurang dari garis oksigen untuk penduduk di wilayah itu, yang bekerja, belajar dan pergi keluar untuk hiburan di kota.”

Dikutip Ha’aretz, Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan menyebut jalan raya itu “sebuah contoh dari kemampuan untuk menciptakan koeksistensi antara warga ‘Israel’ dan Palestina sambil menjaga (terhadap) tantangan keamanan yang ada.”

Sementara itu, Otoritas Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “jalan apartheid” menimbulkan tantangan bagi kredibilitas masyarakat internasional.

Baca: Zionis-Israel Lancarkan Yahudisasi Nama Jalan di Al-Quds

Direktur administrasi dewan lokal untuk Al-Zaim, sebuah desa Palestina di sisi lain tembok, Mohammed Abu Zaid khawatir bahwa perjalanan dari desanya ke kota akan diperpanjang sekitar delapan kilometer jika proyek tersebut selesai.

Orang-orang Palestina dan ‘Israel’ sering berbagi jalan di Tepi Barat, meskipun beberapa disediakan khusus untuk pemukim ‘Israel’.

Seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) bergabung dengan yang lain yang menyebutnya “jalan apartheid pertama” dan menyuarakan kekhawatiran itu bisa menciptakan preseden buruk.

Sementara itu, Aviv Tatarsky dari LSM ‘Israel’ Ir Amim, yang menentang ekspansi pemukiman mengatakan, tujuan jangka panjang adalah untuk memberikan pemukim dengan rute lain untuk memungkinkan mereka mengakses Yerusalem secara lebih langsung.

Tetapi orang-orang Palestina yang bepergian antara utara dan selatan Tepi Barat harus mengubah arah dan beberapa desa Palestina akan menemukan diri mereka lebih terisolasi dari Yerusalem, kata Tatarsky.

Bagi Tatarsky, jalan itu juga merupakan bagian dari upaya untuk menggabungkan permukiman ‘Israel’ di dekat Yerusalem lebih dekat ke kota, katanya.

Bagaimanapun ini bukan “Jalan Apartheid” pertama di Palestina yang diduduki. Menurut B’Tselem, NGO pembela Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan, ‘Israel’ memiliki banyak jalan di atau di mana orang Palestina tidak diperbolehkan mengemudi tanpa izin khusus.

Dikutip DailySabah, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keputusan pemerintah ‘Israel’ untuk membuka jalan yang memisahkan komunitas Palestina dari pemukiman Yahudi di timur laut Yerusalem.

“Pembukaan jalan ini datang dalam kerangka upaya berkelanjutan ‘Israel’ untuk merusak setiap peluang mencapai solusi politik,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Kamis.

“‘Israel’ terus memaksakan rezim apartheid di Palestina yang diduduki,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Apartheid Road"israelJalan ApartheidOrganisasi Pembebasan PalestinapalestinaPLOTepi BaratyahudiZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia-Malaysia Jajaki Kerja sama Kajian Manuskrip Asia Tenggara
Tulisan selanjutnya Puluhan Ribu Serangga Mengejutkan Peziarah di Masjidil Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?