Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menolak Pakai Kerudung, Air France Izinkan Kru Wanita Tidak Terbang ke Iran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2016 09:36 9:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2016 09:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Maskapai penerbangan Air France memutuskan memberikan izin kepada kru wanitanya untuk tidak terbang ke Iran, jika mereka menolak untuk mengenakan kerudung.

Maskapai penerbangan milik negara Prancis itu hari Senin (4/4/2016) mengatakan berencana menunjuk unit khusus untuk menggantikan staf wanita yang menolak terbang dalam rute baru Paris-Teheran.

“Siapa saja wanita yang ditugaskan dalam penerbangan Paris-Teheran yang dengan berbagai alasan pribadi menolak mengenakan kerudung setelah meninggalkan pesawat akan dialihtugaskan ke tujuan lain, dan dengan demikian tidak berkewajiban menjalani penerbangan itu,” kata pejabat dari bagian kepegawaian Air France, Giles Gateau, kepada radio Europe 1 seperti dilansir Deutsche Welle.

Berdasarkan peraturan hukum di Iran, wanita harus menutupi rambut mereka di tempat publik. Dalam surat pemberitahuan kepada para stafnya belum lama ini, Air France memperingatkan kru wanitanya bahwa mereka akan perlu mengenakan kerudung begitu keluar dari pesawat di Teheran. Perusahaan itu juga mengatakan bahwa mereka harus mengenakan seragam berlengan panjang dan celana panjang, bukan pakaian seragam hanya mencapai lutut.

Air France mulai 17 April 2016 memulai kembali penerbangannya ke Iran, delapan tahun setelah perusahaan itu membekukan jalurnya ke negara Persia itu menyusul beragam sanksi internasional terkait kebijakan nuklir pemerintah Teheran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin spiritual Syiah Ayatullah Khameini dulu kembali ke Iran dari pengasingannya dengan menumpang pesawat Boeing 747 milik Air France, setelah pendukungnya berhasil melakukan revolusi menggulingkan kekuasaan Mohammad Reza Shah Pahlavi. Revolusi pada bulan Februari 1979 itu mengakhiri era monarki dan menjadi awal era republik Iran.

Sementara itu, maskapai penerbangan British Airways juga direncakan kembali terbang ke Iran pada bulan Juli mendatang, Seorang juru bicara perusahaan asal Inggris itu kepada Reuters mengatakan pihaknya akan membuat rekomendasi terkait masalah tersebut menjelang waktunya. Sedangkan penerbangan Jerman, Lufthansa, yang masih terus membuka jalur penerbangan ke Iran meskipun beragam sanksi internasional diterapkan, mengatakan tidak menghadapi kendala berkaitan dengan masalah itu, dan kru wanitanya mematuhi ketentuan untuk menutup kepala di tempat-tempat umum.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsep Ilmu yang Dibangun Barat Dinilai Timbulkan Kekacauan Berfikir
Tulisan selanjutnya Militer Azerbaijan Menembak Jatuh Pesawat Militer Armenia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?