Hidayatullah.com–Jenderal Prancis yang bertugas mengawasi perbaikan Katedral Notre-Dame mengatakan bahwa bangunan tersohor di Paris itu masih dalam kondisi mengkhawatirkan dan tidak aman, sembilan bulan setelah dilanda kebakaran hebat.
Jenderal Jean-Louis Georgelin mengatakan kepada lembaga penyiaran Prancis CNews, hari Ahad (5/1/2020) bahwa “katedral masih dalam kondisi sewaktu-waktu dalam ambruk” setelah api melahap semua bagian atapnya dan menumbangkan menara tertingginya, walaupun sekarang sedang dalam proses pemugaran.
“Notre-Dame masih belum terselamatkan. Ada tahap yang sangat penting dilakukan ke depan yaitu melepas semua scaffolding yang dipasang di sekitar menaranya,” kata Georgelin, merujuk 50.000 pipa besi yang dilumat api hingga berbentuk seperti gua besar, lansir RFI.
Rektor Notre-Dame Monsignor Patrick Chauvet mengatakan pada Desember lalu bahwa ada kemungkinan 50:50 bangunan tersebut tidak dapat diselamatkan. Pasalnya, berton-ton besi scaffolding yang harus disingkirkan kemungkinan akan menyenggol bagian dinding lengkung di sekitarnya yang tidak lagi beratap sehingga kondisinya semakin rentan ambruk.
Georgelin, mantan petinggi militer Prancis yang ditunjuk Presiden Emmanuel Macron untuk memimpin proyek rekonstruksi Notre-Dame, mengakui bahwa kondisi bangunan gereja itu yang sesungguhnya tidak diketahui. Artinya, dia tidak menjamin bahwa bangunan berusia ratusan tahun itu tidak akan runtuh sewaktu-waktu.
Besi-besi scaffolding harus sudah dilepas semua pada pertengahan 2020, supaya pemugaran katedral itu dapat dimulai pada tahun 2021, kata Georgelin.
Hari Ahad, pensiunan jenderal itu mengumumkan bahwa dana antara €400 juta dan €500 juta sudah terkumpul untuk perbaikan Katedral Notre-Dame, dan sekitar €85 juta sudah dipakai untuk membiayai penguatan dan pengamanan bangunan gereja bergaya gothik tersebut.*