Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Coronavirus: Gajah Thailand Terancam Mati Kelaparan dan Jadi Pengemis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 April 2020 18:59 6:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 April 2020 18:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 1.000 gajah terancam kelaparan di Thailand karena krisis coronavirus telah memangkas pendapatan dari sektor pariwisata.

Hampir tidak adanya kunjungan wisata artinya pihak pemelihara banyak yang kesulitan mendapatkan uang untuk membeli pakan 4.000 gajah jinak yang mereka rawat.

Seekor gajah sanggup melahap hingga 200 kilogram makanan per hari.

Thailand melaporkan 127 kasus infeksi baru coronavirus pada hari Senin (30/3/2020), sehingga total menjadi 1.651.

Lek Chailert, pendiri Save Elephant Foundation, kepada BBC berkata, “Apabila tidak ada dukungan yang datang dalam waktu dekat guna menyelamatkan mereka, gajah-gajah ini, yang sebagian sedang hamil, akan kelaparan hingga mati atau terpaksa dibawa ke jalan untuk mengemis.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Alternaif lain, sebagian gajah mungkin akan dijual ke kebun-kebun binatang atau kembali dipekerjakan di bisnis penebangan pohon ilegal di hutan, yang resmi dilarang menggunakan gajah pada tahun 1989.

“Masa depannya sangat suram, kecuali ada bantuan finansial dalam waktu dekat,” kata Lek Chailert seperti dikutip BBC Selasa (31/3/2020).

Menjaga pasokan pangan untuk ribuan gajah itu dan menjaga kesehatannya pada masa baik saja sudah sangat menantang, apalagi sekarang ketika musim kering yang menjadikan situasinya semakin sulit.

Kerri McCrae, pengelola Kindred Spirit Elephant Sanctuary di Mae Chaem, bagian utara Thailand, mengatakan bahwa warga desa yang tinggal tidak jauh darinya membawa pulang sekitar tujuh gajah ke daerah itu, karena mereka tidak lagi mendapatkan uang dari wisatawan.

“Memberi makan gajah merupakan prioritas, tetapi masalahnya sudah tidak lagi ada cukup hutan untuk memberi makan mereka,” paparnya.

McCrae, wanita asal Irlandia Utara yang juga salah satu pendiri dari tempat perlindungan gajah tersebut, harus mengendarai mobilnya selama tiga jam untuk mencari rumput dan batang pohon jagung yang cukup untuk memberi makan gajah-gajah yang dirawatnya.

Wanita itu mengatakan bahwa orang-orang lokal pemelihara gajah juga terpaksa melakukan hal serupa.

Thailand, yang selama ini mengandalkan devisa negara dari kedatangan turis untuk mendongkrak perekonomiannya, mau tidak mau menutup perbatasan dan melarang orang asing memasuki negaranya karena harus melakukan lockdown guna meredam penyebaran coronavirus.

Gajah yang bahagia, menurut McCrae, biasanya mengoyang-goyangkan ekornya atau melambai-lambaikan daun telinganya, atau bahkan bermandikan debu tanah untuk menjaga suhu tubuhnya tetap dingin. Akan tetapi apabila kelaparan, mereka menjadi depresi dan tingkah laku yang menunjukkan kegembiraan itu tidak tampak.

“Skenario terburuknya yaitu pemilik gajah harus memilih antara diri mereka sendiri atau gajah peliharaannya,” kata McCrae.

“Penduduk desa di sini tidak memiliki harta berlebih. Namun mereka berusaha sebisa mungkin, sekarang ini, untuk mempertahankan gajah-gajah itu tetap hidup.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirusGajahthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kenya Akan Gunakan Chloroquine Dalam Kasus Kritis Covid-19
Tulisan selanjutnya Kemenag: Arab Saudi Tidak Minta Tunda Rencana Haji 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?