Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Vietnam dan Singapura Sukses Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 4 Mei 2020 13:17 1:17 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Mei 2020 13:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SAAT ini Singapura menjadi negara dengan angka keterjangkitan Covid-19 tertinggi di ASEAN. Menurut data worldometer.info, orang yang terjangkit Covid-19 pada tanggal 4 Mei2020  sebanyak 18.205 orang. Indonesia dan Filipina menempati peringkat kedua dan ketiga, dengan orang terinfeksi sebesar 11.192 orang dan 9.223 orang.

Meski demikian, angka kematian akibat infeksi Covid-19 di negara itu sangat rendah. Sampai tanggal 4/5/2020, orang yang wafat akibat penyakit tersebut hanya 17 orang. Dengan demikian tingkat fatalitasnya hanya 0,09%.

Bandingkan dengan Indonesia dan Filipina yang angka kematiannya mencapai 845 orang dan 607 orang. Artinya tingkat fatalitas di Indonesia dan Filipina mencapai 7,55% dan 6,58%.

Tiga negara ASEAN lainnya, yakni Vietnam, Kamboja, dan Laos bahkan punya prestasi lebih gemilang, yakni tingkat kematiannya mencapai 0%, alias belum ada satupun orang di negeri mereka yang wafat karena kasus Covid-19.

Orang yang terinfeksi Covid-19 di tiga negara tersebut juga sangat rendah. Di Vietnam hanya 271 orang yang terjangkit, di Kamboja hanya 122 orang, dan di Laos hanya 19 orang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Padahal ketiga negara di kawasan Indochina tersebut dikenal tidak memiliki fasilitas dan sumberdaya yang memadai di bidang kesehatan. Vietnam misalnya,  menurut data Bank Dunia, hanya memiliki 8 dokter untuk melayani 10.000 orang penduduk.

Terlalu sedikit dibandingkan Italia yang memiliki 41 dokter untuk 10.000 orang penduduk atau China yang memiliki 18 dokter untuk 10.000 orang penduduk.

Namun karena pemimpin negeri itu menyadari keterbatasannya, mereka justru melakukan tindakan antisipasi yang paling sigap. Negara berpenduduk 97 juta itu telah mendeklarasikan melawan Covid-19 sejak Januari 2020, ketika wabah itu baru terjadi China. Mereka juga menjadi negara pertama yang menghentikan penerbangan menuju dan dari China.

Vietnam juga aktif melacak penyebaran Covid-19 secara masif meski tak memiliki banyak anggaran. Rapid test sudah mereka lakukan terhadap 180 ribu penduduk.

Keberhasilan Vietnam mendapat pujian dari Dr Kidong Park, perwakilan WHO di Vietnam. “Keberhasilan Vietnam melawan virus Corona karena proaktif dan konsistensi pemerintah,” katanya.

Test Rate

Tingginya jumlah orang yang terinfeksi di Singapura bukan karena kegagalan negara pulau itu mencegah penularan Covid-19 di tengah masyarakat mereka, melainkan karena banyaknya orang yang dilakukan uji kesehatan.

Sebagaimana dijelaskan Eka Ginanjar, sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), test rate atau tes per 1 juta penduduk di Singapura tertinggi se-Asia Tenggara, yakni 16.203 per 1 juta penduduk.

“Sedangkan Indonesia terendah, hanya 160 tes per 1 juta penduduk,” jelas Eka,  sebagaimana dikutip Bisnis.com.

Dengan bekal test rate itu Pemerintah Singapura bisa mengontrol dan memantau yang positif Covid-19 dengan cermat. Kalau ada yang sakit bisa segera ditangani. “Makanya tingkat kematiannya rendah. CFR di bawah 1 persen,” tambah Eka.

Lonjakan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Singapura berasal dari cluster asrama pekerja asing.

Kementerian Kesehatan Singapura menjelaskan, bahwa lonjakan jumlah orang yang terinfeksi itu sebenarnya bukanlah infeksi baru, karena para pekerja di asrama itu telah terinfeksi  sebelumnya, namun tidak merasakan gejala penyakitnya sehingga tidak teridentifikasi sakit. Ketika tim kesehatan datang dan melakukan pengujian barulah ketahuan ada yang positif terinfeksi   Covid-19.

Seandainya test rate di Indonesia ditingkatkan, tentu orang yang teridentifikasi terjangkit Covid-19 akan lebih banyak daripada yang teridentifikasi saat ini.*/Saiful Hamiwanto

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Penyebarabrapid testsingapuraVietnam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angka Kematian Covid-19 di Inggris Hampir Menyamai Italia, Pemerintah Ogah Disalahkan
Tulisan selanjutnya Orang Terkaya Suriah Ungkap Pertengkaran Besar dengan Sepupunya, Bashar Al-Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?