Hidayatullah.com—Vietnam meminta diplomat sejumlah negara asing agar membantunya mendapatkan vaksin coronavirus guna mencukupi kebutuhan 150 juta dosis untuk memvaksinasi populasi dewasa di negara itu.
Dilansir Reuters, Vietnam sejauh ini sudah menerima sekitar 930.000 dosis vaksin AstraZeneca dan ingin meragamkan sumber vaksinnya termasuk dari Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, Sinovac dan Sputnik V.
Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long hari Jumat (2/4/2021) bertemu sejumlah duta besar asing dan meminta Dubes Jepang untuk membantu negaranya mendapat transfer teknologi produksi vaksin dan uji coba vaksin di Vietnam, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Long juga meminta Dubes AS bantuan percepatan inokulasi domestik dan mendapatkan akses ke vaksin-vaksin yang diproduksi oleh farmasi AS. Kepada perwakilan Uni Eropa Vietnam berharap perusahaan farmasi mereka akan berinvestasi lebih banyak di negaranya.
Long pada hari Rabu bertemu dengan diplomat-diplomat China, India dan Rusia untuk membahas soal vaksin.
Vietnam bermaksud mengimunisasi 70% populasinya dan sejauh ini sudah menginokulasi 51.200 orang.
Saat ini empat perusahaan Vietnam terlibat dalam riset dan produksi sejumlah vaksin dan dua di antaranya sudah dalam tahap uji coba pada manusia. Vaksin pertama yang dikembangkan dan dibuat di dalam negeri, yang disebut Nanocovax, diharapkan akan dapat dipergunakan pada 2022.*