Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Cabut Larangan Impor Sarung Tangan Malaysia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 September 2021 18:43 6:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 September 2021 17:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Top Globe, perusahaan sarung tangan Malaysia, mengatakan Amerika Serikat sudah mencabut larangan impor atas produknya.

Bisnis perusahaan raksasa pembuat sarung tangan medis itu semakin subur selama pandemi Covid-19. 

Namun, Top Glove tahun lalu dihantam tuduhan penggunaan buruh migran paksa, sehingga Amerika Serikat memberlakukan larangan impor produknya.

Hari Jumat (10/9/2021) Top Glove, yang dapat menghasilkan hingga 100 miliar sarung tangan per tahun, mengatakan sekarang pihaknya diizinkan kembali untuk mengekspor ke Amerika Serikat dan menjual produknya di sana.

Customs and Border Protection (CBP) melarang semua sarung tangan Top Glove masuk lewat pelabuhan AS awal tahun ini, setelah menyimpulkan bahwa sarung tangannya diproduksi dengan menggunakan tenaga buruh paksa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam penyelidikan awal tahun lalu, CBP mengatakan pihaknya menduga ada bukti jeratan utang, lembur yang berlebihan, dan kondisi kerja serta perlakuan sewenang-wenang dalam proses produksi Top Glove.

Sebagian besar pekerja pabrik itu adalah migran bergaji rendah, yang sebagian besar berasal dari Asia Selatan.

Ribuan pekerja terinfeksi Covid-19 tahun lalu, ketika wabah melanda asrama pekerja yang penuh sesak. Perusahaan berjanji untuk meningkatkan kondisi kehidupan pekerjanya.

“Top Glove tetap berkomitmen untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan pekerjanya,” katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Saham perusahaan naik lebih dari dua persen di Kuala Lumpur menyusul kabar pencabutan larangan impor tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatMalaysiaTop Glove
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memprioritaskan Ilmu Fardhu ‘Ain dalam Mencari Ilmu
Tulisan selanjutnya Suriah, Dajjal dan Turunnya Nabi Isa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?