Hidayatullah.com– Korea Utara hari Kamis (19/5/2022) melaporkan lebih dari 200.000 kasus baru infeksi Covid-19, sehingga total infeksi di negara itu diduga mencapai hampir 2 juta.
Korean Central News Agency (KCNA) pada hari Rabu melaporkan 262.270 orang lagi mengalami gejala demam d dan satu orang meninggal dunia pada Rabu malam.
KCNA mengatakan setidaknya 740.160 orang dikarantina, tetapi tidak menyebutkan berapa di antara mereka yang positif Covid.
Sejauh ini, total kasus mencapai 1,98 juta dengan sedikitnya 63 orang meninggal dunia, menurut data pemerintah seperti dilansir DW.
Korea Utara secara resmi baru melaporkan wabah Covid-19 pekan lalu dan mengaitkan salah satu kematian dengan varian virus Omicron.
Pakar-pakar kesehatan mengatakan Korea Utara tidak memiliki cukup alat tes untuk memastikan jumlah orang yang terinfeksi virus.
Hari Selasa Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal World Health Organization Director (WHO) mengatakan Korea Utara belum menanggapi permintaan data yang lebih banyak tentang wabah tersebut.
Tedros menambahkan bahwa Korea Utara dan Eritrea merupakan dua negara anggota PBB yang berdaulat yang tidak memiliki program vaksinasi dan tidak menanggapi tawaran WHO untuk pengadaan vaksin, obat-obatan dan tes Covid-19.
Wakil penasihat keamanan nasional Seoul mengatakan pada hari Rabu bahwa Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menawarkan untuk mengirim bantuan, tetapi belum ada tanggapan dari Pyongyang.
Hari Kamis, KCNA melaporkan bahwa otoritas kesehatan sedang berupaya meningkatkan produksi obat-obatan tradisional Korea yang digunakan untuk mengurangi demam dan nyeri, karena obat-obatan itu “efektif dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit”. Pemerintah juga sedang menambah bangsal isolasi di seluruh penjuru negeri.
“Ribuan ton garam segera diangkut ke kota Pyongyang untuk membuat larutan antiseptik,” lapor KCNA.
Media plat merah juga melaporkan bahwa pemerintah telah mendorong masyarakat untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit dan menggunakan pengobatan rumahan – seperti berkumur dengan air garam atau minum teh daun willow – untuk menyembuhkan diri mereka sendiri.
Kim Jong-un pekan ini menegur keras aparat kesehatan yang ditudingnya “tidak matang” dalam menanggulangi pandemi dan lamban memberikan obat-obatan yang diperlukan.
Korea Utara mengatakan awal pekan ini bahwa satu juta orang telah pulih dari Covid-19.*