Hidayatullah.com– Kolombia telah memilih bekas gerilyawan Gustavo Petro sebagai presiden mengalahkan miliarder Rodolfo Hernández, menjadikannya kepala negara kiri pertama di negara Amerika Selatan itu.
Petro mengalahkan Hernández, pebisnis kaya raya mantan walikota Bucaramanga, dengan 50,47% suara dalam pemilihan putaran kedua pada hari Ahad (19/6/2022) dan akan mulai menjabat pada bulan Juli. Hernández memiliki 47,27%, dengan hampir semua surat suara dihitung, menurut hasil yang dikeluarkan oleh otoritas pemilihan umum.
Pemilihan Petro menandai pergeseran pasang surut politik Kolombia, sebuah negara yang belum pernah memiliki presiden berideologi sayap kiri, dan mengikuti kemenangan serupa kalangan sayap kiri di Peru, Chili, dan Honduras.
Perjalanan Petro dari seorang pejuang di pasukan gerilya M-19 di tahun 80-an. Sebelum terpilih menjadi presiden dia pernah menjadi senator dan walikota ibukota, Bogotá. Dia memiliki reputasi berpidato panjang tanpa tedeng aling-aling.
Wakil presiden Petro adalah Francia Márquez, pemenang penghargaan pembela hak asasi manusia dan lingkungan. Dia akan menjadi wanita kulit hitam pertama di Kolombia yang mengisi jabatan tersebut.
“Hari ini semua wanita menang,” cuit Márquez di Twitter saat jajak pendapat ditutup pada Ahad sore. “Kami menghadapi kemungkinan perubahan terbesar belakangan ini,” imbuhnya, seperti dilansir The Guardian.*