Hidayatullah.com– Singapura menjatuhkan hukuman penjara dan denda seorang warganya yang membuat konten tanpa busana di situs dewasa OnlyFans.
Pengadilan pada hari Rabu (12/10/2022) mendenda Titus Low S$3.000 ($2.087) karena berbagi foto dan video syur di situs tersebut, lansir BBC.
Dia juga dijatuhi hukuman penjara tiga pekan karena melanggar perintah polisi yang melarangnya untuk mengakses akun OnlyFans.
Di Singapura, adalah ilegal untuk mengirimkan materi cabul melalui sarana elektronik atau untuk turut serta atau menerima keuntungan dari bisnis di mana materi tersebut dikirimkan.
Low, yang memiliki lebih dari 210.000 pengikut di media sosial, adalah seorang influencer Singapura yang terkenal dan kasusnya telah dipublikasikan secara luas.
Berapa jumlah kreator OnlyFans di Singapura tidak diketahui tetapi diperkirakan mencapai ratusan.
“Yang pasti, kasus ini telah menjadi preseden dan pengguna lain harus menghadapi risiko yang sama karena berada di OnlyFans,” kata pengacara Low, Kirpal Singh kepada BBC.
“Saya kira pesannya cukup jelas bahwa pihak berwenang siap untuk menghukum mereka yang mengirimkan materi eksplisit tidak hanya di platform OnlyFans tetapi di seluruh spektrum [area online].”
Singh mengaku didekati oleh sejumlah konten kreator lain tahun ini yang khawatir akan terjerat hukum.
Akan tetapi, sejumlah pakar sebelumnya pernah mengatakan bahwa jerat hukum terhadap konten kreator lokal tampaknya hanya muncul bila ada pengaduan dari pihak ketiga.
Low ditangkap pada Desember 2021 setelah seorang wanita menemukan salah satu video eksplisitnya di telepon keponakannya yang berusia 12 tahun dan mengajukan laporan ke kepolisian.
Kala itu, model berusia 22 tahun itu bergabung dengan platform dewasa hanya beberapa bulan sebelumnya pada bulan April, di mana ia dengan cepat menjadi salah satu bintang lokal paling populer.
Setelah laporan diterima, petugas kepolisian kemudian menyita ponselnya, iPad dan mengubah detil akunnya di OnlyFans.
Akan tetapi, Low kemudian berhasil mendapatkan kembali akses ke akunnya dan terus mengunggah konten serta membuat akun kedua.
Tahun lalu, kepada BBC Low mengatakan terus menggunakan platform itu karena itu satu-satunya sumber penghasilannya.
Menyusul vonis hukumannya pada hari Rabu, lewat Twitter dia berkata, “senang ini akhirnya berakhir”.*