Hidayatullah.com—Memberikan kesempatan kepada Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah sebuah ‘kesalahan’ dan turnamen sepakbola sedunia itu kemungkinan akan digelar pada musim dingin karena iklim di negara itu sangat panas, kata Presiden FIFA Sepp Blatter.
“Tentu saja itu merupakan kesalahan. Anda tahu, seseorang banyak melakukan kesalahan dalam hidup,” kata Blatter dalam wawancara dengan stasiun televisi Swiss TRS dikutip Reuters (16/5/204).
“Laporan teknis Qatar jelas menunjukkan udaranya terlalu panas saat musim panas. Tetapi mayoritas komite eksekutif memutuskan turnamen tetap akan digelar di Qatar,” imbuh Blatter.
FIFA tahun lalu melakukan penyelidikan dugaan korupsi dibalik pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang masihng-masing diberikan kepada Rusia dan Qatar.
Pemilihan Qatar sebagai tuan rumah kontroversial, pasalnya negara kecil di kawasan Arab itu sedikit saja budaya sepakbolanya dan suhu musim panas saat pertandingan digelar bisa mencapai 100 derajat Fahrenheit (40 derajat Celcius).
Januari lalu, Sekjen FIFA Jerome Valcke mengatakan, pertandingan sepakbola tahun 2022 tidak akan digelar di musim panas, tetapi akan dilaksanakan antara bulan Nopember dan Januari.
Blatter bersikukuh Qatar tidak “membeli” agar bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, dia mengisyaratkan adanya tekanan politis dari Prancis dan Jerman.
“Saya tidak akan pernah mengatakan mereka (Qatar) membelinya,” ujar Blatter.
“Kita tahu sepenuhnya bahwa perusahaan-perusahaan besar Prancis dan Jerman banyak yang beroperasi di Qatar, tetapi mereka tidak hanya bekerja untuk Piala Dunia. Piala Dunia hanyalah satu bagian kecil dari apa yang dilakukan di Qatar,” kata Blatter.
Sebagaimana diketahui, penyelenggaraan Piala Dunia dianggap sebagai lahan potensial bagi negara tuan rumah untuk mendatangkan pemasukan. Selain menarik minat wisatawan asing perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri kebanjiran berbagai proyek.*