Hidayatullah.com– Peluncuran roket NASA yang paling bertenaga Artemis I menuju bulan kembali tertunda disebabkan adanya badai tropis yang bisa berkembang menjadi badai besar.
Roket Bulan Artemis I diharapkan dapat diluncurkan dari Kennedy Space Center, di Florida, Amerika Serikat pada hari Selasa (27/9/2022).
Namun, negara bagian itu menghadapi ancaman angin ribut karena Badai Ian semakin menguat dan diperkirakan dapat mencapai Florida awal pekan besok sebagai badai berkekuatan besar.
Sebelumnya rencana keberangkatan Artemis I sudah ditunda dua kali.
Kendaraan luar angkasa Space Launch System (SLS) itu dirancang untuk mengirimkan astronot dan perlengkapannya ke Bulan, setelah manusia untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di sana 50 tahun silam.
Rencana pertama peluncuran Artemis I gagal pada akhir Agustus disebabkan gangguan teknis, sementara rencana peluncuran kedua dibatalkan pada awal September karena ada kebocoran bahan bakar.
Keputusan apakah akan mengembalikan roket itu ke lokasi perakitannya akan diambil oleh tim Artemis I pada hari Ahad (25/9/2022), lansir BBC.
Ini akan “memungkinkan dilakukannya pengumpulan dan analisis data tambahan”, kata NASA.
Lembaga antariksa Amerika Serikat itu ingin mengirim kapsul tak berawak Orion ke bagian belakang Bulan (sisi yang tidak tampak dari Bumi), sebelum mengirimkan manusia ke sana.
NASA berharap pada tahun 2025 akan dapat mendaratkan kembali anak Adam ke permukaan Bulan.
Apabila SLS itu harus kembali ke tempat perakitan, kemungkinan kendaraan luar angkasa itu tidak akan memenuhi target masa peluncuran saat ini, yang akan berakhir pada 4 Oktober. Roket harus menunggu masa peluncuran berikutnya yaitu antara 17 dan 31 Oktober.
Jim Free, associate administrator pada direktorat pengembangan sistem eksplorasi di NASA, mengatakan pendekatan langkah-bijaksana” terhadap keputusan untuk menarik mundur rencana keberangkatan akan mempertahankan peluang peluncuran roket tersebut jika kondisinya membaik.
Hari Sabtu (24/9/2022), Badai Ian terpantau menguat ketika bergerak ke arah Kepulauan Karibia. Gulungan angin besar itu diperkirakan akan melintasi Jamaika, bagian barat Kuba kemudian menuju Florida, menurut lembaga pemantau cuaca AS.
Florida Keys dan South Florida diperkirakan akan diguyur hujan sangat lebat pada hari Senin (26/9/2022).*