Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Protes Anti-hijab di Iran Meluas, 20 Jurnalis Dipenjara

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 September 2022 16:22 4:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 September 2022 16:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aksi unjuk rasa di Iran telah menyebar ke hampir semua 31 provinsi dan semua kota besar di negara itu sejak kematian seorang gadis berusia 22 tahun, Mahsa Amini, saat berada dalam tahanan polisi, surat kabar Arab News. Pada 13 September, Mahsa ditangkap oleh polisi moral di sebuah stasiun kereta api karena diduga melanggar etika berhijab.

Setelah penangkapannya, dia dirawat di rumah sakit, dalam keadaan koma dan meninggal tiga hari kemudian dengan pihak berwenang Iran mengklaim bahwa Mahsa meninggal karena serangan jantung. Keluarganya, bagaimanapun, menyatakan bahwa gadis itu tidak pernah memiliki masalah jantung sebelumnya.

Kematian Mahsa memicu kemarahan di Iran, ditambah dengan ketidakpuasan publik atas berbagai masalah sosial ekonomi. Saat demonstrasi berlanjut, banyak perempuan memotong rambut mereka untuk memprotes apa yang terjadi pada Mahsa.

Beberapa dari mereka bahkan melepas jilbab mereka dan membakarnya selain menari di jalanan. Polisi mengatakan mereka harus mengendalikan demonstrasi dengan menggunakan gas air mata. Sejumlah pengunjuk rasa juga dipukuli.

Setidaknya 41 orang telah dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan pihak berwenang sejauh ini. “Kami berharap pemerintah bisa memberikan konsesi kali ini. Itu adalah demonstrasi terbesar sejak revolusi. Kami bangga dengan apa yang terjadi di Iran (protes),” kata seorang wanita Iran, Mehdi, yang melarikan diri ke Amerika Serikat selama Revolusi Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penangkapan jurnalis

Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di Washington, 20 jurnalis telah dipenjara sejak protes meletus awal bulan ini setelah kematian Mahsa Amini. AFP melaporkan, banyak aktivis dan pengacara juga ditangkap, termasuk aktivis kebebasan berbicara terkenal Hossein Ronaghi yang ditangkap akhir pekan lalu.

Dalam siaran video akhir pekan lalu, Ronaghi vokal dalam kritiknya terhadap kepemimpinan Islam Iran, mengatakan bahwa dia awalnya menghindari penangkapan dengan melarikan diri dari flatnya ketika agen datang mencarinya. Namun, dia kemudian ditangkap Sabtu lalu ketika dia pergi ke penjara Evin Teheran untuk menemui jaksa dan juga dipukuli oleh agen keamanan, kata saudaranya, Hassan melalui Twitter.

Ibunya mengatakan kepada Manoto TV dalam sebuah wawancara, kaki Ronaghi patah akibat pemukulan. Laporan juga mengatakan bahwa pengacara yang menemaninya ke Evin telah ditahan.

Seorang pengacara, Saeid Dehghan mengatakan melalui Twitter, dua pengacara lainnya juga ditangkap. Langkah itu dilakukan setelah pembatasan internet yang ketat termasuk penggunaan Instagram dan WhatsApp.

Kemarin, aparat keamanan menggerebek rumah aktivis dan penulis Golrokh Iraee dan menangkapnya.Hal tersebut dibagikan melalui pesan di akun Twitternya.

Iraee terkenal karena berkampanye menentang rajam di Iran dan menghabiskan sebagian besar dekadenya di penjara.

Kasus ini terjadi beberapa pekan setelah Presiden Ebrahim Raisi – politisi garis keras Iran – memerintahkan tindakan keras terhadap kaum wanita yang melanggar aturan berpakaian, yang mengharuskan semua perempuan mengenakan hijab penutup kepala sejak revolusi Syiah Iran 1979.

Raisi menandatangani dekrit pada 15 Agustus soal pakaian wanita dan menetapkan hukuman yang lebih keras bagi pelanggar, baik di depan umum maupun online. Di bawah pemerintahan Raisi, undang-undang tersebut dikatakan lebih ketat dan memberi lebih banyak kekuatan kepada polisi moral. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demontrasi di Iranhijabiranjilbab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kesantunan Syeikh Al-Qaradhawi terhadap Syeikh Bin Baz dan Syeikh Al-Utsaimin
Tulisan selanjutnya teman Membebaskan Anak dari Label Negatif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?