Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Qadhafi Kehilangan Beberapa Kota

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 25 Februari 2011 07:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para demonstran dikabarkan telah mengambil alih kontrol beberapa kota di Libya walaupun ada ancaman tindakan kekerasan dari Muammar Qadhafi.

Muammar Qadhafi, penguasa kuat di Libya dilaporkan kehilangan kontrol beberapa kota sebagai lanjutan unjuk rasa anti pemerintah yang melanda Negara kawasan Afrika tersebut.

Pengunjuk rasa di Misurata pada hari Rabu mengatakan jika mereka telah merebut bagian Barat kota tersebut dari kontrol pemerintah. Dalam pengumumannya di internet, petugas keamanan yang di tempatkan di kota berjanji “mendukung penuh para pengunjuk rasa”.

Para pengunjuk rasa terlihat juga mengambil alih kontrol di bagian timur Negara tersebut. Koresponden Al jazeera melaporkan dari kota Tobruk, 140 KM dari batas Mesir jika tidak ada tanda-tanda kehadiran petugas keamanan.

“Dari apa yang saya lihat, saya bisa mengatakan jika orang-orang di Libya Timur telah mengambil alih kota tersebut,” ujar koresponden kami Hoda Abdel-Hamid.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mengatakan jika tidak ada pihak berwenang di perbatasan ketika tim Al Jazeera memasuki Libya.

‘Rakyat Berkuasa’

“Ssepanjang perbatasan, kami tidak melihat satu pun polisi, kami tidak melihat satu pun tentara dan orang-orang di sini memberitahu kami jika [pihak keamanan] telah melarikan diri atau sembunyi dan kini rakyatlah yang berkuasa, mulai dari perbatasan Tobruk hingga Benghazi.

“Orang-orang memberi tahu kami jika di Bayda dan Benghazi cukup tenang. Mereka mgatakan hal itu, walaupun, para ‘militan’ masih menghantui derah tersebut, khusunya malam hari. Mereka mendeskripsikannya sebagai pria Afrika, berbicara dalam bahasa Prancis, sehingga mereka berpikir orang-orang tersebut berasal dari Chad.”

Mayor Jendral Suleiman Mahmoud, komandan keamanan di Tobruk mengatakan jika pasukan yang ia pimpin telah berubah loyalitasnya.

“Kami berada di pihak rakyat,” ujarnya. “dulu saya ada di pihaknya [Qadhafi] tetapi situasi telah berubah- dia sangat kejam.”

Benghazi, kota terbesar kedua, tempat pertama kali adanya revolusi melawan Qadhafi yang telah 42 tahun berkuasa satu minggu yang lalu. Pemberontakan yang tersebar ke kota lain walaupun ada perlawanan keras dari pihak keamanan untuk mengatasi kerusuhan.

Dengan kebijakan ketat pada media, berita-berita dari Libya dikabarkan setengah-setangah. Menurut laporan yang telah disaring, sedikitnya 300 orang tewas dalam tindak kekerasan ini.

Tetapi Franco Frattini, menteri Luar Negeri Itali, mengatakan terdapat laporan yang “dapat dipercaya” jika sedikitnya 1.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Qadhafi Menantang

Di tengah-tengah kekacauan, Qadhafi menantang dan berjanji akan menyelesaikan kerusuhan ini.

Ia menyampaikan pidato yang bertele-tele di televisi pada Selasa malam, mengumumkan jika ia akan “mati syahid” di Libya, dan mengancam menghilangkan lawannya dari “rumah ke rumah” dan “sedikit demi sedikit”.

Dia menyalahkan kerusuhan tersebut pada kelompok “Islamis”, dan memperingatkan jika “emirat Islam” telah di rancang di Bayda dan Derna di mana ia mengancam untuk menggunakan kekerasan ekstrim.

Ia mengajak rakyat Libya untuk turun ke jalan dan menunjukkan dukungan mereka pada pemimpinnya.

Ratusan pendukung pemerintah memenuhi permintaannya di ibu kota Tripoli, pada hari Rabu mengadakan aksi pro Qadhafi di Green Square.

Penembakan terbaru yang dilaporkan terjadi di ibu kota pada hari Rabu, setelah Qadhafi meminta pendukungnya mengambil alih jalanan dari para pengunjuk rasa anti pemerintah.
Tetapi pidato Qadhafi hanya berakibat kecil pada arus yang melawannya.

Diplomat Libya di beberapa Negara telah mengundurkan diri untuk menunjukkan protes atas penggunaan kekerasan dalam melawan rakyat sipil, atau meninggalkan kepemimpinan Qadhafi, mengatakan jika mereka berada di pihak pengunjuk rasa.

Selasa malam, Jendral Abdul-Fatah Younis, menteri Dalam negeri, menjadi orang terakhir yang mundur dari pemerintahan, ia mengatakan jika pengunduran dirinya itu adalah dukungan untuk apa yang ia sebut sebagai “revolusi 17 Februari”.

Ia meminta tentara Libya untuk bergabung dengan rakyat dan “tuntutan sah” mereka.
Pada hari rabu, Youssef Sawani, ajudan senior Saiful Islam Qadhafi, salah satu putra Muammar Qadhafi, mengundurkan diri dari posisinya “untuk menunjukkan kecemasan atas kekerasan yang terjadi”, seperti yang dilaporkan Reuters.

Awalnya, Mustapha Abdeljalil, menteri kehakiman telah mengundurkan diri untuk menunjukkan protes atas “penggunaan kekerasan yang berlebihan” melawan para pengunjuk rasa dan para diplomat untuk misi Libya di PBB meminta tentara Libya untuk membantu dalam menghapus “tirani Muammar Qadhafi”.

Sekelompok perwira militer juga mengeluarkan pernyataan yang meminta para tentara untuk “bergabung dengan rakyat” dan menggulingkan Qadhafi dari pemerintahan. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 6 Warga Gaza Cedera Terkena Serangan Pesawat Tak Berawak
Tulisan selanjutnya Hamas: Fayyad Tidak Berwenang Bentuk Kabinet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Eurovision
Berita

Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Berita
6 Juni 2026 11:02
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?