Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik keras tayangan yang kemasannya program Ramadhan tetapi isinya justru kontra nilai Ramadhan. Salah satu jenis tayangan yang dinilai negatif yakni beberapa program komedi yang sadis dan berbau pelecehan.
“Hingga paruh pertama Ramadhan ini kami sudah memblacklist tiga stasiun TV yakni Trans 7, Trans TV, dan ANTV. Juga ada satu stasiun TV kami anggap masih perlu memperbaiki tayanganya yakni RCTI dan MNC,” ujar ketua Infokom MUI Sinansari Ecip dalam jumpa pers di kantor MUI, Selasa (23/07/2013) dikutip laman Metrotvnews.
Untuk mengawasi munculnya tayangan-tayangan yang dianggap kontra nilai Ramadhan tersebut MUI membentuk Tim Pemantau MUI yang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.
“Kami mengawasi dan memberikan rekomendasi tayangan mana saja yang dianggap tidak sesuai maka KPI Pusat yang akan menindak dan memberi peringatan bila setelah diberi tahu tidak kunjung ada perubahan,” papar Ecip.
Salah satu tayangan yang dikritik yakni program “Yuk Kita Sahur” Trans TV yang isinya dinilai tidak pas dengan suasana Ramadhan dengan komedi saling ledek, pertengkaran, sindiran, tudingan dengan kata-negatif, menertawakan kebodohan orang, selain itu komedi tersebut juga menampilkan orang yang bergoyang badan sama sekali tidak sesuai dengan nuansa Islami. Kasus senada juga ada dalam program “Sahurnya OVJ” di Trans7 dan “Sahurnya Pesbukers” di ANTV.
Ketiga program tayangan tersebut pernah mendapat peringatan dari MUI pada awal Ramadhan silam, namun tetap menampilkan isi tayangan senada tak lama usai ditegur. Menurut Komisoner KPI Idi Muzayyad pihaknya akan memperingatkan kembali tiga stasiun TV tersebut dan apabila tetap tidak ada perubahan akan dicabut izin siaranya.
“Kerjasama dengan MUI ini termasuk membantu kita memantau tayangan-tayangan yang tidak layak dan tidak bermartabat selama Ramadhan, padahal dikemas dengan tajuk program Ramadhan, kita akan beri peringatan bagi yang melanggar, bila masih membandel akan kita tindak lebih serius, bila perlu dicabut izin siarnya,” ujar Idi dalam kesempatan yang sama.
Tak hanya menyampaikan kritikan dan peringatan bagi stasiun TV yang menampilkan tayangan tidak pantas tetapi juga memberikan pujian bagi beberapa stasiun TV yang tayangan Ramadhanya sarat nilai dan pembelajaran agama yakni Metro TV, TV One, dan Kompas TV. Beberapa tayangan yang diapresiasi tersebut yakni Oase dan Tafsir al-Mishbah arahan Profesor Quraisy Shihab di Metro TV.
“Semestinya tim kreatif stasiun TV tetap menjaga kreativitasnya dengan membuat tayangan yang menghibur juga sarat pengajaran. Buktinya ada stasiun TV dan banyak tayangan sarat nilai juga menghibur yang tetap disukai pemirsa. Ini tantangan tersendiri bagi tim kreatif terutama untuk menyajikan tayangan Ramadhan yang tetap bermartabat sekaligus disukai masyarakat,” ujar Idi menandaskan.*