Hidayatullah.com– Dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman keras (miras), seorang Wakil Kepala Polsek (Wakapolsek) diberitakan menodongkan pistolnya ke arah seorang warga.
“Parah!” ungkap Wakil Ketua Komite III DPD RI yang juga Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM), Fahira Idris, menanggapi kejadian itu kepada hidayatullah.com, Selasa, 6 Dzulqa’dah 1437 H (09/08/2016).
Diwartakan, Wakapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Polisi Jamal Alkatiri, mengacungkan senjata api kepada warga di depan toko aksesoris kendaraan, sekitar Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Senin (08/08/2016). Ia mabuk usai meminum jamu dan bir.
Saksi yang mengetahui kejadian itu melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur. Lalu petugas Propam meluncur ke lokasi kejadian dan mengamankan AKP JA. Warga sempat ketakutan saat AKP JA mengacungkan senjata api dalam kondisi mabuk tersebut.
Menurut Fahira, kejadian ini menandakan bahwa miras sudah benar-benar merasuk ke semua golongan masyarakat.
“Tak peduli latar belakang ataupun profesi, bahkan seorang penegak hukum yang harusnya menjadi contoh malah mempertunjukkan hal merendahkan diri dan institusinya sebagai pengayom masyarakat,” ungkap senator asal DKI Jakarta ini.
Kejadian itu pun, menurutnya, menjadi bukti bahwa begitu merusaknya efek miras.
“Bayangkan, betapa bahayanya seorang penegak hukum yang diberi hak memegang senjata berada dalam kondisi mabuk,” ujarnya.
Dicopot
Menurut Fahira, perilaku AKP JA itu, apapun alasannya, telah merendahkan martabat Polri. AKP JA harus diberi sanksi tegas agar perilakunya tidak terulang serta menjadi peringatan bagi penegak hukum lainnya.
Akibat perbuatannya, AKP JA dipastikan dicopot dari jabatannya. “Karena tidak pantas perbuatannya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Dwiyono, dikutip Antara.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur (Kapolrestro Jaktim) Komisaris Besar Polisi Agung Budijono membantah AKP JA telah menodongkan senjata api dalam kondisi mabuk.
“Warga melapor ada orang tidur di depan toko tapi bukan menodongkan senjata,” ujar Kombes Polisi Agung Budijono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.*