Hidayatullah.com–Sekjen Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh, Teuku Zulkhairi, merasa pilu atas musibah kelaparan yang mendera umat Islam di Somalia.
Sebagaimana diberitakan di berbagai media internasional, ratusan orang di Somalia meninggal dunia karena tidak ada bahan makanan, dan jutaan lainnya terancam mati perlahan-lahan karena kelaparan akibat kekeringan panjang yang menimpa negara miskin tersebut.
“Yang masih hidup, bayi-bayi tinggal kulit membungkus,” ungkapnya kepada hidayatullah.com, Kamis (06/04/2017).
Sudah saatnya, menurut Teuku, musibah ini diketahui oleh seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia, termasuk umat Islam di Aceh. Sebab umat Islam bak satu tubuh. Jika satu tubuh sakit maka bagian tubuh yang lain juga akan merasakan sakit.
“Dan rasa sakit itu adalah bukti kecintaan kita kepada sesama muslim,” ujarnya.
Teuku mengutip sabda Nabi, “Tidak beriman seorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Musibah kelaparan di Somalia, menurutnya, adalah ujian keimanan bagi umat Islam di Aceh. “Apakah kita akan berpangku tangan dan melihat saja mereka kelaparan?” sindirnya. Terlebih, lanjutnya, musibah tsunami dan lainnya di Aceh mengajarkan bahwa setiap insan selalu membutuhkan orang lain manakala ditimpa musibah.
Karena itu, ia mengajak para khatib Jum’at untuk menginformasikan bencana kelaparan yang menimpa umat Islam di Somalia. Harapannya agar umat Islam memahami penderitaan saudaranya di Somalia.
“Karena ini adalah tanggung jawab peradaban untuk kemanusiaan,” terangnya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk berbagi sedikit hartanya kepada umat Islam di Somalia. Minimal, katanya, satu orang satu kilo beras. Bantuan itu bisa disalurkan melalui relawan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) atau organisasi kemanusiaan lainnya.*/Andi