Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Komnas HAM: Krisis Politik dan Kemanusiaan di Myanmar Mengkhawatirkan

Bambang S
Terakhir diupdate: 22 April 2021 21:46 9:46 pm
Bambang S
Dipublikasikan 22 April 2021 21:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik mengaku prihatin dengan krisis politik dan kemanusiaan yang terjadi di negara Myanmar. Untuk itu Dia mengingatkan kepada pemerintah Indonesia untuk menjaga demokrasi serta prinsip hak asasi.

“Komnas HAM RI melihat perkembangan yang terjadi di negara tetangga kawasan Asia Tenggara, Myanmar sebagai refleksi bagi pemerintah Indonesia dalam menghadapi gejolak politik dengan bijak serta menjunjung tinggi demokrasi dan prinsip hak asasi manusia,” kata Ahmad Taufan dalam keterangannya yang diterima Hidayatullah.com, Kamis (22/04/2021).

“Dilaporkan lebih dari 700 orang sipil terbunuh dalam aksi demonstrasi damai dan 46 anak-anak ikut menjadi korban. Aksi junta militer Myanmar ditengarai mengakibatkan ribuan orang luka-luka dan lebih dari 3.000 orang ditahan,” bebernya.

Tindak kekerasan tersebut kata Ahmad berpotensi menambah jumlah pengungsi dari Myanmar menuju negara-negara sekitarnya. Pembatasan oleh junta militer juga mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan, pihak militer disana membatasi pemberitaan dengan melakukan penahanan terhadap 71 jurnalis lokal. Lebih dari 25 orang juga dituduh menyebarkan berita bohong. “Keterbatasan komunikasi sangat dirasakan rakyat Myanmar karena pemerintah sejak 14 Februari 2021 membuka akses internet hanya delapan jam sehari. Berbagai kanal media sosial (Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp) pun ditutup aksesnya,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Komnas HAM RI menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait implikasi kudeta politik dan krisis kemanusiaan di Myanmar terhadap situasi pelaksanaan prinsip HAM di ranah regional. Dalam pemantauan melalui pemberitaan global secara seksama, Komnas HAM RI mencermati menguatnya praktik otoritarianisme di kawasan Asia Tenggara.

“Indikasinya mengarah kepada semakin menyempitnya ruang untuk peduli pada isu-isu HAM dan demokrasi serta di sisi lain semakin maraknya praktik kekerasan dan diskriminasi. Situasi tersebut membuat negara-negara kawasan Asia Tenggara rentan untuk diintervensi oleh kekuatan anti demokrasi dan HAM,” terang Ahmad.

Untuk itulah, Ahmad berharap semua pihak menahan diri, menggelar dialog konstruktif, dan berusaha mencari penyelesaian positif dan damai. “Kondisi damai tersebut demi menciptakan stabilitas politik, hukum, dan HAM yang menjadi indikator penting dalam mendukung aktivitas perekonomian di Myanmar maupun negara-negara kawasan Asia Tenggara lainnya,” ujarnya.

Ahmad mengatakan Komnas HAM RI yang tergabung dalam organisasi internasional HAM, yakni the Asia Pacific Forum of National Human Rights Institutions (APF) dan the Global Alliance of National Human Rights Institutions (GANHRI) akan terus mendorong keamanan dan kestabilan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara melalui sokongan kuat bagi peralihan demokrasi Myanmar serta penguatan kerja sama antar Lembaga negara di bidang hak asasi manusia (National Human Rights Institution) di kawasan Asia Tenggara (the South East Asia National Human Rights Institutions Forum/SEANF) untuk mencegah aksi intervensi serta otoritarianisme.

Sebagaimana diketahui, terjadi peristiwa kudeta militer Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mencuat ke tengah publik karena berhasil menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi yang baru saja terpilih pada 01 Februari 2021.

Kudeta itu mengakibatkan demonstrasi besar-besaran dari penduduk Myanmar hingga menimbulkan korban. Kegaduhan politik ini juga menyita perhatian dunia, hingga menimbulkan kecaman dari sejumlah negara.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Taufan Damanikkomnas Hamkrisis kemanusiaankrisis politikmyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Islam India Maulana Wahiduddin Khan Meninggal Dunia Tokoh Islam India Maulana Wahiduddin Khan Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Prabowo, Kapal selam KRI Nanggala 402 Pernyataan Prabowo dan Harapannya, Soal Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?