Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Israel Dicekam Ketakutan Akut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2011 09:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di tengah keberhasilannya mendesak PBB menunda rilis laporan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel atas kapal Freedom Flotilla tahun lalu, Zionis dicekam ketakutan akut yang selalu menghantuinya.

“Sekarang ini Israel berjalan dengan penuh ketakutan. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, meski mereka berhasil, menunda lagi laporan yang menunjukkan terjadinya serangan tak beralasan terhadap delapan warga Turki dan satu warga AS yang tewas, ” kata Ray McGovern, mantan analis CIA , menjelaskan kepada Press TV dalam sebuah wawancara eksklusif Selasa (26/07/2011).

Baru-baru ini, PBB kembali menunda rilis laporan kasus serangan mematikan Israel atas armada bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Freedom Flotilla, pada tahun 2010.

Temuan PBB tentang insiden brutal yang menyebabkan sembilan aktivis Turki tewas dan menciderai sejumlah lainnya, diharapkan keluar pada hari Rabu. Ini adalah penundaan yang kedua kalinya, setelah batalnya rilis tanggal 8 Juli.

Sebelumnya, pada hari Minggu, Menteri Peperangan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa Tel Aviv berharap publikasi ditangguhkan untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada Israel supaya menyelesaikan sengketa diplomatik dengan Turki.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Turki berulang kali mengatakan bahwa hubungan antara kedua belah pihak hanya dapat dikembalikan jika Tel Aviv meminta maaf atas serangan brutal itu, dengan membayar ganti rugi kepada keluarga korban yang tewas dan terluka, dan mencabut blokade yang mematikan di Jalur Gaza.

Media-media Turki melaporkan, jika Zionis Israel tidak meminta maaf atas pembunuhan warga Turki yang dilakukan di kapal bantuan ke Gaza tahun lalu, negara ini akan mengurangi hubungan diplomatiknya dengan rezim agresor ini.

Dilaporkan, Israel setuju untuk membayar ganti rugi, tetapi menolak meminta maaf. Pada tanggal 31 Mei 2010, pasukan komando Israel menyerang enam kapal Freedom Flotilla di perairan internasional untuk mencegah konvoi memasuki wilayah Palestina.

Dalam serangan itu, sembilan warga negara Turki , termasuk seorang remaja dengan kewarganegaraan ganda Turki-AS, tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Turki mengatakan bahwa beberapa korban ditembak dengan “gaya eksekusi”.
Tim investigator Turki mengungkapkan adanya 30 peluru yang ditemukan dalam tubuh sembilan aktivis yang tewas. Salah seorang aktivis ditembak empat kali di bagian kepala*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berita Rick Warren Pemeluk “Chrislam” jadi Polemik
Tulisan selanjutnya Densus 99 Dinilai tak Tak Berkompeten Saingi Densus 88

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?