Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Zionis Yakin, 200 Persen Roket Qassam akan Menusuk Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2011 07:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, menuntut pengunduran diri Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmud Abbas, dan menilainya sebagai pemimpin Palestina terburuk dan penghalang perdamaian. Lieberman juga menyatakan bahwa Tel Aviv tidak akan menghentikan pembangunan permukimannya.

Kantor berita Fars News (25/10/2011) melaporkan, menteri Israel yang radikal itu bahkan menuding Mahmud Abbas yang politiknya seiring dengan Tel Aviv, sebagai penghalang dan menilai bangsa Palestina “belum cukup matang” untuk membentuk sebuah negara independen. Ia juga mengklaim bahwa pembangunan permukiman Zionis bukan penghalang terwujudnya perdamaian dan orang-orang Israel tidak mungkin akan menghentikannya.

Dalam konferensi persnya hari Senin, ia menyebut Abbas sebagai penghalang perundingan damai antara Palestina dan Israel, serta berharap Abbas segera mengundurkan diri.

“Abbas adalah pemimpin Palestina terburuk dan selalu mengancam akan mengundurkan diri. Semoga dia cepat mundur, siapa saja yang menggantikannya pasti akan lebih baik. Saat ini Abbas sibuk dengan urusan pribadinya.”

Ia juga mengatakan, bahwa tokoh PLO dukungan Israel ini sebagai pejabat yang hanya memikirkan kedudukannya.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kekecewaan Zionis nampaknya terjadi karena PLO dan Abbas yang diharapkan bisa menggeser peran Hamas namun mulai terus kalah pamor.

“Abbas ingin mencatat dirinya sebagai tokoh yang ikut membentuk negara Palestina dan menjadi seseorang yang mendamaikan seluruh kelompok di dalam negeri. Akan tetapi pertanyaannya adalah jika Palestina merdeka, maka siapa yang akan menjamin roket-roket Qassam, tidak akan menghantam kota Israel,” ujarnya dikutip Irib.

“Saya yakin jika tanggung jawab keamanan (di Tepi Barat) tidak kami pegang, maka kurang dari satu tahun, kami akan menyaksikan rudal-rudal Qassam akan di jantung Israel, saya yakin 200 persen,” tegas Lieberman.

Pertukaran Grapel

Di tempat berbeda, kabinet keamanan Zionis Israel telah menyetujui kesepakatan pertukaran dengan Kairo, di mana 25 tahanan Mesir akan ditukarkan dengan seorang mata-mata Zionis.

Seperti diketahui, mata-mata Israel, Ilan Grapel ditangkap pada 12 Juni di sebuah hotel terkenal di Kairo dengan sebuah laptop dan tiga telepon seluler yang berisi informasi rahasia. Tersangka 27 tahun itu dituduh mengumpulkan informasi tentang perkembangan di Mesir selama revolusi rakyat, yang menggulingkan rezim pro-Israel Husni Mubarak.

Grapel dituduh menghasut ketegangan sektarian di kalangan pemuda di ibukota Mesir dan mendesak mereka untuk terlibat dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

Benjamin Netanyahu mengumumkan kesepakatan pertukaran pada Senin dan itu disetujui dalam rapat kabinet bidang keamanan pada Selasa.

Sementara itu, dari kubu Mesir terdapat tiga anak-anak di antara 25 warga Mesir yang akan dibebaskan. Sebagian besar warga Mesir yang ditetapkan untuk dibebaskan, dipenjara atas tuduhan penyelundupan obat terlarang atau senjata dengan hukuman maksimum sekitar 10 tahun penjara.

Grapel, yang bertugas di militer Israel selama perang melawan Lebanon pada tahun 2006, diharapkan akan dibebaskan pada hari Kamis (27/10/2011) ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IHH Selamatkan Wanita Hamil 7 Bulan
Tulisan selanjutnya Polri Sudah Dengar Rencana Aksi Massa “Kepung” Istana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?