Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Seorang Wanita ‘Israel’ tolak Permintaan Wajib Militer

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 April 2012 16:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Awal pekan ini, seorang wanita ‘Israel’ Noam Gur, 18, mempublikasikan penolakannya atas perintah wajib militer yang dilayangkan kepadanya. Gur mengatakan, “Saya menolak untuk ambil bagian dalam militer ‘Israel’ yang (bahkan sejak didirikan) selalu berusaha mendominasi bangsa lain, melakukan penjarahan dan menteror penduduk sipil yang berada di bawah kontrolnya”.

Kontributor laman Electronic Intifada, Jillian Kestler-D’Amours mewawancarai Gur terkait keputusannya ini. Berikut petikannya.

Jillian Kestler-D’Amours: Apa alasanmu menolak perintah pelayanan militer?

Noam Gur: ‘Israel’, sejak awal didirikan, telah terlibat dengan banyak peperangan dan perang terhadap kemanusiaan. Dari Nakba (peristiwa pengungsian 750 ribu warga Palestina pada tahun 1947-1948) sampai hari ini. Kita bisa melihat ini dalam pembantaian terakhir di Gaza, dalam kehidupan sehari-hari warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Kami juga melihat kejahatan perang ‘Israel’ ini dalam kehidupan warga Palestina yang selalu berada dalam ancaman ‘Israel’.

Saya tidak merasa perlu berada di tempat seperti itu. Saya kira, saya secara pribadi tidak akan bisa mengambil bagian dari semua kejahatan itu. Dan menurut saya, kita perlu mengkritisi kejahatan ini dan menyampaikan ke publik bahwa kita tidak akan mengambil bagian dalam militer selama mereka masih menjajah penduduk lain.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

JKD: Kenapa kamu memilih untuk mempublikasikan penolakan ini?

NG: Sepuluh tahun lalu, ada sebuah gerakan penolakan dalam skala besar. Dan dalam dua atau tiga tahun terakhir ini, gerakan itu seperti hilang. Melalui tindakan yang saya lakukan ini, saya ingin memberitahu orang-orang bahwa gerakan ini masih eksis.

Selain itu, saya tidak mau hanya diam. Sejak saya berada di sekolah tingkat atas, saya selalu diam. Kami selalu membiarkan sikap kritis kami hanya diketahui oleh segelintir orang dan dunia tidak mengetahuinya, orang-orang Palestina juga tidak tahu. Walaupun saya tidak tahu apakah sikap saya ini akan mendatangkan perubahan, tetapi setidaknya saya mencoba membuat sebuah perubahan.

JKD: Apakah keluargamu ikut memengaruhi keputusan ini?

NG: Kedua orangtua saya bukanlah orang-orang politik. Ayah saya orang militer dan pernah mengambil bagian dalam perang di Libanon dan terluka di sana. Ibu saya juga orang militer. Kakak perempuan saya bekerja sebagai polisi perbatasan.

Saya kira, sejak saya berusia 15 tahun, saya mulai tertarik pada Nakba. Saya mulai banyak membaca tentang itu. Kemudian, saya membaca testimoni dari warga Palestina di Tepi Barat dan mantan serdadu. Saya mulai memiliki teman Palestina dan mulai mengambil bagian dalam unjuk rasa di Tepi Barat. Dan akhirnya saya melihat dengan mata saya sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Pada usia 16 tahun, saya memutuskan tidak akan bergabung dengan militer.

JKD: Apa reaksi yang kamu terima dengan mempublikasi penolakan ini?

NG: Kedua orangtua saya tidak mendukung. Tetapi biar bagaimanapun, ini opini saya dan sekarang saya sudah berusia 18 tahun. Saya tidak lagi kontak dengan teman-teman semasa sekolah tingkat atas dulu karena sebagian besar dari mereka bergabung dengan militer.

Saya menerima banyak feedback positif dalam beberapa hari terakhir ini. Tetapi saya juga menerima komentar-komentar negatif.

JKD: Bagaimana rasanya menerima komentar negatif?

NG: Hal itu justru membuat saya semakin meyakini keputusan saya. Saya semakin yakin bahwa keputusan ini benar dan saya tidak peduli bagaimana komentar orang nantinya.

JKD: Apa yang akan terjadi jika kamu telah menyerahkan secara formal surat penolakan itu?

NG: Pada 16 April, saya akan datang ke pusat perekrutan di Ramat Gan. Di sana, saya akan mendeklarasikan keputusan saya. Kemungkinan besar saya akan menerima hukuman antara seminggu sampai sebulan. Saya akan dimasukkan ke penjara wanita dan menunggu untuk dibebaskan. Setelah dibebaskan, saya harus pergi lagi ke Ramat Gan. Dan sekali lagi saya akan menerima hukuman antara seminggu sampai sebulan. Dan hal ini akan terus berlanjut sampai pihak militer memutuskan untuk berhenti.

JKD: Apa yang ingin kamu sampaikan kepada orang ‘Israel’ lainnya yang akan bergabung dengan militer?

NG: Saya rasa, penting bagi setiap orang untuk mengetahui apa yang ingin dilakukannya. Kebanyakan dari orang-orang berusia 18 tahun belum mengetahui apa yang mereka inginkan. Mereka juga tidak benar-benar tahu apa yang terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media Islamold migrateZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netanyahu Berjanji Akan Terus Dukung Permukiman Yahudi
Tulisan selanjutnya MUI Kepulauan Mentawai Terima Wakaf Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?