Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Covid-19: Tepi Barat, Palestina Menerima Dosis Vaksin Covax Pertama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Maret 2021 09:04 9:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Maret 2021 09:04
Bagikan
[Ilustrasi] Vaksinasi Covid-19
Bagikan

Hidayatullah.com—Otoritas Palestina (OP) menerima kloter pertama vaksin Covax dari inisiatif sumbangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu menambahkan 62.000 dosis ke program inokulasi tertinggal di Tepi Barat yang diduduki, lapor Middle East Eye.

WHO melalui inisiatif program bantuan Covax pada hari Rabu (17/03/2021) mengirimkan ke Palestina 38.000 dosis vaksin Pfizer / BioNTech selain 24.000 suntikan AstraZeneca, yang dikembangkan oleh Universitas Oxford.

Dengan beberapa negara melaporkan kasus perdarahan yang jarang dan terisolasi, pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah setelah pemberian vaksin AstraZeneca, juru bicara Kementerian Kesehatan Kamal al-Shakhra mengatakan bahwa OP akan menahan dosis tersebut “sampai ada keputusan ilmiah dari Organisasi Kesehatan Dunia”.

Pada hari Rabu, WHO mengatakan bahwa mereka menganggap “manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya dan merekomendasikan agar vaksinasi dilanjutkan”.

Kementerian Kesehatan Tepi Barat mengatakan akan memberikan pengiriman awal dosis vaksin kepada petugas medis dan kesehatan, pasien kanker dan ginjal, serta orang yang berusia di atas 75 tahun.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Tepi Barat yang diduduki, tempat 3,1 juta warga Palestina tinggal, telah melaporkan 146.359 kasus virus korona, dengan 1.667 kematian.

Vaksin tiba melalui Tel Aviv dengan izin dari otoritas ‘Israel’, yang mengontrol semua impor dan ekspor serta kebebasan bergerak di Tepi Barat dan Gaza.

Sebelum pengiriman hari Rabu, PA telah menerima total 12.000 dosis vaksin Covid-19.

5.000 dosis pertama disumbangkan oleh Israel pada Februari menyusul protes internasional atas keengganan ‘Israel’ untuk memasukkan wilayah pendudukan dalam peluncuran vaksinnya sendiri, yang sejauh ini dijuluki salah satu yang paling efektif di dunia.

OP yang berbasis di Tepi Barat mengirim sekitar 2.000 dosis tersebut ke Gaza, tetapi pengiriman awalnya diblokir selama beberapa hari, karena Zionis ‘Israel’ “menunggu keputusan politik”.

‘Israel’ kemudian mulai menyuntik buruh Palestina dengan izin kerja ‘Israel’, memvaksinasi sekitar 90.000 dari 120.000 pekerja yang terdaftar.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Mai al-Kaileh pada hari Rabu menyatakan keprihatinan atas tingginya persentase tes positif Covid-19 dan tingkat hunian rumah sakit yang tinggi di Tepi Barat yang diduduki, lapor kantor berita resmi OP, Wafa.

Kaileh mengatakan tingkat hunian rumah sakit secara keseluruhan telah mencapai 110 persen minggu lalu, sementara Ramallah, al-Bireh, Jericho dan pinggiran kota Yerusalem telah mencapai 115 persen.

Dia menambahkan bahwa tingkat hunian di unit perawatan intensif tinggi, dengan lebih dari 44 persen pasien COVID-19 kritis bergantung pada respirator.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa seorang ibu dan bayinya meninggal karena virus yang sangat menular, kasus kedua di wilayah pendudukan.

Baca juga: Israel Mulai Memvaksin Buruh Palestina yang Bekerja di Wilayah Jajahannya

Sementara itu, OP telah dikritik karena pemberian vaksin tersebut, karena tokoh politik dan keamanan dari dalam pemerintah termasuk yang pertama menerima suntikan.

Menurut pernyataan yang dirilis awal bulan ini, mereka yang menerima vaksin termasuk para menteri OP; personel keamanan kepresidenan dan kementerian yang berhubungan langsung dengan Presiden OP Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Mohammed Shtayyeh; anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO); pekerja di Komite Pemilihan Pusat; pegawai dari sejumlah kedutaan besar Arab di wilayah pendudukan; pemain di tim sepak bola nasional Palestina; serta 100 siswa yang berangkat ke luar negeri.

Pernyataan kementerian itu mendapat kecaman luas dari warga Palestina dan LSM, karena bertentangan dengan jaminan sebelumnya bahwa personel medis, lansia, dan pasien sakit kronis akan diberi prioritas dalam vaksinasi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AstraZenecacovid-19israelOtoritas PalestinapalestinavaksinZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya afirmasi guru honorer Mendikbud Bertemu MUI Klarifikasi Peta Jalan Pendidikan Nasional setelah Jadi Sorotan
Tulisan selanjutnya Doa hari ini Kemenag, Hari ini Gelar Doa Bersama di Museum Kebangkitan Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?