Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Begini Kesaksian Tahanan Anak Palestina yang Dibebaskan tentang Penjara Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 November 2023 23:52 11:52 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 November 2023 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Anak-anak Palestina yang dibebaskan dari penjara entitas Zionis sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan “Israel” mengatakan bahwa mereka mengalami penyiksaan dan bahkan beberapa rekan tahanan dipukuli hingga meninggal.

Daftar isi
  • Empat tahanan disiksa sampai mati di Megiddo
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Para remaja tersebut termasuk di antara 39 warga Palestina yang dibebaskan dari tahanan penjajah “Israel” pada hari Minggu, dalam pertukaran tahanan ketiga antara Israel dan Hamas, sementara Hamas membebaskan 13 warga Israel yang ditahan di Gaza.

Pertukaran ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut di tengah gencatan senjata sementara selama empat hari di Gaza, yang merupakan penghentian pertempuran pertama sejak permusuhan dimulai pada 7 Oktober.

Khalil Mohamed Badr al-Zamaira, 18 tahun, termasuk di antara mereka yang dibebaskan. Dia berusia 16 tahun ketika ditahan oleh penjajah Zionis.

Ia mengatakan bahwa para tahanan Palestina dianiaya dan dipukuli di penjara, dan tidak ada perlakuan yang berbeda untuk anak-anak.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Mereka tidak membedakan antara yang tua dan yang muda,” katanya kepada Middle East Eye. “Dua remaja dipindahkan dari penjara Ofer dengan patah tulang rusuk. Mereka tidak bisa bergerak.”

Demikian juga, Omar al-Atshan, seorang remaja Palestina yang telah dibebaskan, mengatakan bahwa ia dianiaya dan disiksa di penjara Naqab, tempat ia ditahan sebelum dibebaskan.

“Perlakuan buruk itu tak terlukiskan,” katanya kepada Al Jazeera selama liputan langsung kedatangan para tahanan yang dibebaskan di Tepi Barat yang diduduki pada hari Minggu.

Dia mengatakan bahwa mereka secara rutin dipukuli dan dipermalukan di penjara, dan bahwa air dan makanan langka. Sesaat sebelum pembebasan mereka, tentara “Israel” memerintahkan mereka untuk menundukkan kepala, dan kemudian memukuli mereka, katanya.

“Kebahagiaan kami belum lengkap karena masih ada tawanan lain yang masih ditahan,” katanya, seraya menambahkan bahwa seorang tawanan, yang diidentifikasi sebagai Thaer Abu Assab, dipukuli hingga tewas di dalam tahanan.

“Dia mengalami pemukulan yang parah. Kami berteriak minta tolong, tapi dokter baru tiba satu setengah jam kemudian, setelah dia meninggal karena penyiksaan.

“Dia disiksa karena sebuah pertanyaan; dia bertanya kepada sipir apakah ada gencatan senjata. Kemudian dia dipukuli sampai mati.”

Empat tahanan disiksa sampai mati di Megiddo

Anak lain yang dibebaskan, Osama Marmash, juga memberikan kesaksian serupa kepada Al Jazeera. Anak berusia 16 tahun ini ditahan di penjara Megiddo sebelum dibebaskan. Dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa empat tawanan Palestina disiksa sampai mati di Megiddo.

Marmash mengatakan bahwa ia mengalami luka di kaki dan punggungnya karena dipukuli. “Pakaian penjara saya berwarna putih tapi kemudian berubah menjadi merah karena noda darah,” katanya.

Makanan yang diberikan sangat sedikit, katanya, dan sering kali “tidak bisa dimakan”. Dia menambahkan bahwa mereka dianiaya dalam perjalanan ke Tepi Barat.

“Jalanan sangat sulit. Mereka mematikan AC di bus. Kami merasa sesak,” katanya.

Gencatan senjata antara Hamas dan “Israel” seharusnya membuat sekitar 150 tahanan perempuan dan anak-anak Palestina serta 50 warga Israel yang ditahan di Gaza dibebaskan dalam waktu empat hari.

Hamas, pada bagiannya, membebaskan 13 tahanan Israel, termasuk sembilan anak-anak, serta empat warga negara asing – tiga orang Thailand dan satu orang Israel-Rusia.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa seorang anak perempuan berusia empat tahun keturunan Israel-Amerika yang orangtuanya terbunuh pada tanggal 7 Oktober juga dibebaskan.

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa warga negara ganda Israel-Rusia itu dibebaskan “sebagai tanggapan atas upaya Presiden Rusia Vladimir Putin dan sebagai pengakuan atas posisi Rusia dalam mendukung Palestina”.

Warga Rusia itu adalah tahanan pria pertama yang dibebaskan oleh Hamas dalam kesepakatan gencatan senjata.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataHAMASpalestinaPerang Palestina-Israelpertukaran tawananTahanan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Umumkan Gencatan Senjata Gaza Diperpanjang 2 Hari
Tulisan selanjutnya Pelobi Koalisi Partai Geert Wilders Mundur, PVV Belum Pasti Berkuasa di Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?