Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ratusan Tentara ‘Israel’ Menolak Bertugas Jika Tidak Ada Pertukaran Tawanan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2024 13:35 1:35 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Oktober 2024 06:00
Bagikan
Pejabat Tinggi Tentara Israel Mengundurkan diri massal
Bagikan

Hidayatullah.com – Sejumlah tentara penjajah mengancam akan berhenti bertugas jika pemerintah “Israel” tidak melakukan upaya untuk mencapai kesepakatan pembebasan tawanan.

Daftar isi
  • Hukuman bagi tentara yang menolak ke Gaza
  • Semakin banyak yang menolak wajib militer
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Melansir Al Mayadeen pada Rabu (09/10/2024), setidaknya 130 tentara “Israel” mengirim surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Yoav Gallant yang menegaskan bahwa “melanjutkan perang di Gaza tidak hanya menunda kembalinya para tawanan, tetapi juga membahayakan nyawa mereka.”

“Jika pemerintah tidak segera mengubah arah dan bekerja untuk mendapatkan kesepakatan untuk membawa pulang para sandera, kami tidak akan bisa melanjutkan tugas kami,” bunyi pernyataan para tentara itu.

Mereka pun mengancam akan berhenti melanjutkan tugas jika upaya kesepakatan tidak dilakukan.

“Bagi sebagian dari kami, garis merah telah dilewati, dan bagi sebagian yang lain, hari itu semakin dekat: hari di mana, dengan hati yang hancur, kami akan berhenti melapor untuk bertugas,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Para tentara yang mengancam berhenti bertugas berasal dari tentara cadangan dan tentara reguler, beberapa diantaranya telah bertempur di Gaza dan di perbatasan utara sejak Taufan Al-Aqsha.

Hukuman bagi tentara yang menolak ke Gaza

Pada Agustus, Pasukan Penjajahan “Israel” (IDF) dilaporkan mengancam para tentaranya dengan hukuman jika mereka tidak kembali ke Gaza untuk melanjutkan genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza di tengah meningkatnya kasus-kasus penolakan dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut lembaga penyiaran KAN, sekitar 20 tentara IDF dari brigade infanteri telah menolak untuk kembali ke Gaza. Sementara sekitar 10 tentara menerima peringatan resmi yang menyatakan bahwa mereka akan menghadapi hukuman karena tidak mematuhi perintah militer.

Keluarga para prajurit IDF mengklaim bahwa kerabat militer mereka “dipaksa untuk melakukan manuver darat di Gaza atau menghadapi hukuman penjara,” dan menambahkan, “Hanya ada beberapa prajurit yang tersisa di kompi mereka yang mampu bertempur… Ini adalah waktu kita sebagai orang tua untuk membantu mereka menghadapi sistem yang tidak peduli dengan mereka.”

Meskipun begitu, Menteri Keamanan Yoav Gallant menyatakan pada bulan Juli bahwa Tel Aviv membutuhkan 10.000 tentara baru di tengah kekurangan pasukan.

Semakin banyak yang menolak wajib militer

Sebuah survei pada Mei mengungkapkan bahwa hanya 42% prajurit tetap IDF yang mau melanjutkan dinas, turun dari 49% sebelum perang. Alasannya antara lain adalah kelelahan ekstrem, kerusakan pada kehidupan keluarga, dan ketidakpuasan dengan gaji, lansir Ynet.

Menurut survei yang dilakukan oleh Divisi Personel IDF, telah terjadi penurunan yang signifikan dalam kesediaan para tentara tetap untuk tetap berdinas.

Hanya 42% yang menjawab positif apakah mereka ingin melanjutkan dinas mereka, dibandingkan dengan 49% pada Agustus 2023.

Namun, yang paling menonjol adalah semakin banyaknya jumlah prajurit yang mengajukan masa pensiun lebih cepat selama perang.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dinasHeadlineisraelPertukaran Tahanansanderatentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zakat Membawa Kemajuan Suku Laut di Selat Kongki
Tulisan selanjutnya Anak-Anak yang Mengerjakan Pekerjaan Rumah lebih Sukses saat Dewasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?