Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Yahya Sinwar: Catatan dari Teman Dekat (Tulisan 2)

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Desember 2024 13:42 1:42 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Desember 2024 13:39
Bagikan
Yahya Sinwar ketika masih mahasiswa
Bagikan

Kepemimpinan Yahya Sinwar makin menonjol saat ia menjadi mahasiswa,ia sering mengkoordinasi berbagai gerakan perlawanan bahkan mendirikan badan keamanan bernama ‘al-Majd’

Hidayatullah.com | CERITA ini sebelumnya telah diedit dari sesi podcast Arabi Post bersama teman kuliah al-Syahid Yahya Sinwar di Universitas Islam Gaza, Dr. Ma’mun Abu Amer,  seorang analis politik Israel. Inilah kisah yang diungkap Dr Ma’mun seri kedua;

***

Tulisan pertama

Yahya Sinwar juga memiliki beberapa sifat unik. Pertama, semangat Abu Ibrahim dalam segala urusan sangat tinggi, terutama semangatnya terhadap Islam. Saya masih ingat sebuah anekdot bersamanya ketika saya masih kuliah.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kami menaiki bus yang berisi siswa laki-laki dan perempuan. Saat itu kami masih mentah, sehingga ada beberapa adegan kekanak-kanakan dan ternyata Abu Ibrahim sangat risih. Terlihat jelas tekadnya yang sangat tinggi untuk melindungi agama.

Sinwar juga merupakan sosok yang mempunyai pribadi muhlis (sifat ikhlas) yang sangat mendalam. Jika sahabat memerlukan sesuatu, ia akan segera membantu tanpa meminta imbalan apa pun.

Selain itu, Sinwar sepertinya tidak punya waktu yang ia habiskan untuk hal-hal yang tidak berguna. Oleh karena itu, ia belajar ilmu bela diri Karate bersama temannya dari Himpunan Mahasiswa Islam.

Maka dari itu kita bisa melihat dari kepribadian Sinwar bahwa dia terlihat seperti orang yang tangguh, karena dia sangat jago dalam Karate.

Pada sesi pengajian kami sering berdiskusi tentang hal-hal yang biasa terjadi pada setiap perkumpulan Islam seperti tarbiah, penyucian diri dan lain sebagainya. Namun Abu Ibrahim ternyata mempunyai sisi yang sangat unik, ia begitu menyadari segala perkembangan yang terjadi di tingkat nasional dan internasional.

Saya masih ingat peristiwa yang terjadi pada tahun 1983. Imigran ilegal Israel menyerang warga Palestina di Tepi Barat dan membunuh seorang bayi tak berdosa.

Maka Abu Ibrahim memimpin gerakan khusus mahasiswa UIG untuk membawa kelompok solidaritas ke Baitul Maqdis. Saat itu, jalan Gaza-Baitul Maqdis-Tepi Barat masih dibuka.

Yahya Sinwar berhasil mengumpulkan 2 bus dan memimpin rombongan. Selanjutnya, ia juga berhasil menggalang Perhimpunan Mahasiswa Muslim yang terdapat di beberapa universitas di Tepi Barat seperti Universitas Beir Zeit dan Universitas Najah.

Jelas terlihat bahwa kepemimpinan Sinwar sudah menonjol sejak ia masih kuliah. Ketika, Beirut dan Tripoli di Lebanon diserang Israel atas operasi pembunuhan pemimpin Fatah di sana.

Abu Ibrahim juga memobilisasi demonstrasi solidaritas dengan berbagai asosiasi seperti Fatah dan Gerakan Sosialis. Ini juga menjadi sisi yang sangat unik, karena meski Sinwar berlatar belakang Islam, namun ia dinilai dekat dengan tren yang ada untuk kemaslahatan Palestina.

Saya dekat dengan Sinwar mulai tahun 1980-1984. Pada fase ini saya melihat beliau dan teman-temannya berhasil membangun Himpunan Mahasiswa Islam di UIG. Diantara sahabat-sahabat utamanya ketika berada pada fase awal perjuangan adalah; Abu al-Abid Ismail Haniyeh, Dr. Atallah Abu al-Subha, Abu Usamah Dr. Khalil al-Hayya dan Muhamad Diyab al-Masri (Muhamad Deif).

Ketika masa studi di universitas hampir selesai, saya melihat Sinwar dan kawan-kawan sudah mulai memikirkan kelanjutan perjuangannya di UIG dan membangun platform baru setelah tahap universitas.

Oleh karena itu, saya masih ingat kami bersama Muhamad Deif yang saat itu menjabat sebagai Kepala Unit Hiburan Islami ingin menyelenggarakan Haflah Islami tingkat nasional.

Program hiburan yang bernuansa Islami telah kami laksanakan dan berhasil memperkenalkan tren Islami kepada masyarakat.

Di akhir masa kuliahnya, Sinwar banyak mengalihkan fokus dan tenaganya dalam memerangi al-Umala’ atau antek Zionis. Bisa dibayangkan, Sinwar yang berusia awal 20-an sudah memikirkan hal besar tersebut.

Ia bersama al-Syeikh Rawhi Musytaha mendirikan badan keamanan yang diberi nama al-Majd. Badan ini didedikasikan untuk memerangi dan memberantas tali zionis baru yang ada di Gaza.

Badan al-Majd ini berhasil dikelola oleh Sinwar dan Musytaha. Operasi mereka sangat mendalam, dimulai dari intelijen dan pengumpulan informasi, hingga akhirnya disusul operasi ‘penculikan’ antek-antek Zionis.

Jika ternyata rangkaian antek tersebut terlibat dalam pembunuhan rakyat Palestina, maka al-Majd akan menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada mereka, yaitu; mati

Dapat dikatakan bahwa ketika Sinwar memulai operasi ini, ini adalah proyek yang sangat sulit karena pada tahun 80-an gerakan perjuangan bersenjata di Gaza bisa dibilang masih belum ada, atau setidaknya sangat sedikit.

Tingkat gerakan perjuangan bersenjata sangat lemah sehingga senjata yang mereka miliki hanyalah pistol biasa, itupun dengan jumlah yang sangat terbatas, bahkan kadang-kadang harus berbagi.

Dalam beberapa situasi mereka harus menyimpan senjata dengan cara menguburnya di dalam tanah.

Dengan keadaan yang memprihatinkan inilah Yahya Sinwar bersama al-Syahid Syeikh Shalah Syehadah memulai gerakan perjuangan bersenjata.*/ Diedit Anas Bad Latief, peneliti Dunia Palestina

Yahya Sinwar: Catatan dari Teman Dekat (Tulisan 1)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gaza. Taufan Al-AqshaHeadlineideologIkhwanul Musliminpalestinapemuda islampenghafal al-QuranYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Komisioner Kehakiman Uni Eropa Tersangka Pencucian Uang
Tulisan selanjutnya Dana Investasi Norwegia Hengkang dari Operator Telekomunikasi Israel Bezeq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?