Hidayatullah.com—Hari Rabu malam, 1 Oktober 2025, Angkatan Laut penjajah ‘Israel’ resmi menyerang armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza, menantang blokade laut yang telah berlangsung selama lebih dari 18 tahun.
Armada yang terdiri dari lebih dari 50 kapal ini membawa sekitar 532 aktivis dari lebih dari 45 negara, termasuk tokoh-tokoh internasional seperti Greta Thunberg dan cucu Nelson Mandela, yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan untuk penduduk Gaza.
Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa sebagian besar kapal kehilangan kemampuan siaran langsung setelah kapal-kapal perang ‘Israel’ mengelilingi konvoi tersebut dan memblokir komunikasi mereka di perairan internasional dalam upaya mencegah mereka mencapai pesisir Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, konvoi menyebutkan bahwa kapal Alma dan Sirius telah diserbu secara ilegal oleh pasukan penjajah ‘Israel’ pada sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT) di perairan internasional.
“Beberapa kapal Global Sumud Flotilla, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, disergap dan diduduki oleh pasukan pendudukan ‘Israel’ secara ilegal,” Komite Internasional untuk Memecah Blokade di Gaza (ICBSG) dikutip DailySabah. Komite tersebut juga menambahkan, “Lebih dari itu, komunikasi dan siaran langsung dengan beberapa kapal lain hilang.”
Seorang aktivis yang berada di salah satu kapal pribadi dalam armada tersebut memberi keterangan bahwa sekitar 10 sampai 12 kapal perang ‘Israel’ hadir dalam operasi tersebut, memerintahkan kru kapal untuk mematikan mesin dan menunggu arahan lebih lanjut. Aktivis ini menuturkan,
“Kami sedang diserang oleh tentara Zionis (‘Israel’). Kami dalam kondisi siaga tinggi, kamera offline, dan kapal telah diduduki oleh militer.”
Armada Global Sumud Flotilla juga melaporkan diserang oleh drone saat berada di lepas pantai Yunani. “Beberapa drone, benda tak dikenal dijatuhkan, komunikasi macet dan ledakan terdengar dari sejumlah kapal,” demikian pernyataan resmi Armada Global Sumud, Rabu (24/9/2025).
Global Sumud Flotilla memulai pelayaran mereka dari Barcelona pada akhir Agustus 2025, dan rencananya akan mencapai pesisir Gaza pada Kamis pagi, 2 Oktober. Ini merupakan pelayaran terbesar dalam beberapa tahun terakhir yang bertujuan menentang blokade laut ‘Israel’ dengan membawa bantuan penting bagi warga Gaza yang menghadapi krisis kemanusiaan serius.
Blokade ketat ‘Israel’ yang diperketat sejak Maret 2025 dengan penutupan perbatasan dan pemblokiran bahan makanan serta obat-obatan telah menyebabkan penderitaan luar biasa di Gaza, yang dihuni oleh sekitar 2,4 juta penduduk. Sejak Oktober 2023, lebih dari 66.100 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, tewas akibat serangan militer ‘Israel’ di wilayah tersebut.
Penjajah berdalih bahwa blokade dan pencegatan armada ini merupakan tindakan sah demi keamanan nasional dan mengklaim telah menghubungi para aktivis dan menyarankan agar mengubah arah dan menggunakan jalur bantuan resmi yang telah disepakati.
Namun, Global Sumud Flotilla dan organisasi pendukung mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyatakan tekad mereka untuk terus menyuarakan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.*




