Hidayatullah.com – Warga Palestina di Jalur Gaza merayakan tewasnya pemimpin kelompok kriminal yang didukung ‘Israel’, Yasser Abu Shabab, pada Kamis. Mereka mengutuk Abu Shabab sebagai “kaki tangan Israel” yang “pantas menerima nasib ini.”
Sejumlah media ‘Israel’ melaporkan bahwa pimpinan milisi Popular Forces itu tewas dalam baku tembak pada Kamis. Hal ini menjadi pukulan telak bagi rencana penjajah ‘Israel’ untuk memecah belah warga Gaza.
Abu Shabab adalah tokoh terkenal di Gaza, secara luas dikenal karena bekerja sama dengan ‘Israel’ selama genosida. Ia adalah pemimpin geng bersenjata ISIS dan memiliki sejarah penyelundupan narkoba serta kerja sama dengan kelompok-kelompok ekstremis.
Gengnya juga dikenal karena menjarah bantuan kemanusiaan di bawah perlindungan ‘Israel’, menyebabkan warga Palestina semakin kelaparan di tengah krisis makanan akibat blokade zionis.
Mendengar kematiannya, sejumlah warga Palestina di Gaza membagikan permen dan manisan sebagai perayaan.
“Dia akan dikenang sebagai seorang pengkhianat,” tulis Fayed Abu Shammalah, seorang warganet di X, dulunya Twitter.
“Yasser Abu Shabab.. ke tumpukan sampah sejarah,” imbuh warganet lain.
Sebelum kematian Abu Shabab, The Telegraph baru-baru ini menyebutkan bahwa kelompok kriminal yang dipimpinnya berada di ambang kehancuran setelah kehilangan perlindungan udara ‘Israel’ menyusul perjanjian Hamas-Israel yang menghentikan pertempuran selama dua tahun.*
Baca juga: Pimpinan Geng Kriminal Popular Force, Yasser Abu Shabab Dilaporkan Tewas




