Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Tahanan Palestina Dilarang Terima Kunjungan Anak ‘Bayi Tabung’nya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 September 2013 12:16 12:16 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 September 2013 12:16
Bagikan
Dallal Ziben bersama bayinya yang baru lahir melalui proses inseminasi buatan dari sperma suaminya yang dipenjara.
Bagikan

Hidayatullah.com–Anak-anak Palestina hasil fertilisasi in-vitro (bayi tabung) ditolak menjenguk ayahnya di penjara Zionis Israel. Anak-anak itu dihasilkan dari sperma pejuang Palestina yang berada di dalam penjara Israel yang diselundupkan keluar.

Para tahanan Palestina tersebut telah menawarkan untuk menjalani tes DNA guna membuktikan si anak hasil benihnya, tetapi Penjara Israel masih belum menerima upaya itu dan sejauh ini tidak mengakui anak-anak tersebut.

Pengumuman Zionis Israel itu disampaikan setelah Lida Al Rimawi, istri Abdul Karim Al Rimawi, mengajukan permohonan untuk bayi laki-lakinya yang baru lahir, Majid, mengunjungi ayahnya yang sedang menjalani hukuman 25 tahun di penjara Israel. Kemudian permintaannya ditolak oleh Penjara Israel, yang menyatakan bahwa permintaan tersebut dilarang untuk anak-anak yang ‘dihasilkan’ saat ayahnya berada di dalam penjara Israel.

Keputusan ini Israel akan menimbulkan kesulitan terhadap anak-anak yang lahir dari sperma selundupan terhadap masa depannya jika pemerintah Zionis Israel tidak mengeluarkan kartu identitas untuk mereka, mengingat kartu identitas adalah dokumen paling penting bagi orang Palestina yang tinggal di wilayah Palestina. Tanpa kartu ini, mereka akan menjadi orang ilegal di wilayah Palestina.

Untuk saat ini, sebagaimana diberitakan Gulf News, Selasa (24/09/2013), Kementerian Dalam Negeri Palestina telah menerbitkan akte kelahiran untuk anak yang lahir melalui sperma selundupan, dan menyelesaikan semua prosedur terhadap bayi yang baru lahir.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Namun, di pihak Israel mengatakan, pihaknya menolak terjadinya penyelundupan sperma dan tidak mengakui anak yang dihasilkan. Anak-anak itu dianggap ilegal dan tidak sah.

Dalam pernyataannya, Gerakan Palestina mengecam keras Israel yang tidak mengakui anak-anak dari ayahnya yang berada dalam penjara dalam waktu lama.

“Gerakan tegas menolak pengumuman Israel, yang menerapkan hukuman kolektif yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pada tahanan Palestina, terutama terhadap mereka yang menjalani hukuman penjara lama, tetapi tetap berhasil membuat impian mereka menjadi kenyataan,” kata pernyataan itu.

“Kunjungan seorang anak kepada ayahnya di penjara dijamin oleh konvensi internasional dan para tahanan akan mengajukan ke pengadilan dan protes terhadap pemerintah Israel yang memaksa memisahkan ayah-ayah Palestina dengan anak-anak mereka yang sah,” kata pernyataan itu lagi.

Razan Medical Centre untuk infertilitas & IVF di Nablus mengatakan, siap memberikan tes DNA untuk semua anak yang dihasilkan melalui sperma selundupan, setelah mereka mendapatkan sampel dari ayah mereka di penjara.

“Kami siap untuk memberikan tes DNA terhadap setiap bayi yang lahir dari sperma selundupan untuk membuktikan anak-anak itu hasil dari ayah mereka di penjara,” kata Dr Zaid Al Nasser, seorang spesialis di Razan Medical Centre.

“Israel tidak memiliki hak menolak kunjungan keluarga dengan anak-anak yang baru lahir kepada ayah-ayah mereka di penjara,” tegasnya.

“Klaim Israel bahwa anak-anak itu bukan keturunan para tahanan Palestina yang di penjarakan sama sekali tidak berdasar dan tidak benar. Masalah ini dapat dengan mudah dibuktikan dengan tes DNA yang dapat dilakukan.”

Dia mengatakan, total 26 istri yang suaminya di penjara telah mengandung melalui penanganan di Razan Medical Centre dengan cara IVF yang menggunakan sperma selundupan dari suami mereka di penjara. 60 istri lainnya akan menjalani IVF dalam waktu tidak lama, yang sperma sang suami sedang berada dalam pembekuan.

Para tahanan Palestina telah menyelundupkan sperma mereka melalui keluarga agar istri-istri mereka dapat hamil dan memiliki anak. Penjara Israel sendiri tidak melarang aktivitas ini karena mereka telah gagal menemukan cara sperma itu diselundupkan.

Dewan Tinggi Kehakiman Syariah telah mengumumkan, proses kelahiran bayi itu dapat diterima oleh standar Islam.*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazapalestinaTahanan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pentingnya Menjaga Martabat dan Kehormatan Pasangan Kita
Tulisan selanjutnya Ketua BKSAP Berduka Meninggalnya Hakim Agung Prof. Rifyal Ka’bah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?