Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kesaksian Bocah Simpatisan FPI yang Dipukuli Preman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2017 13:40 1:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2017 13:40
Bagikan
Sapta, 16 tahun, murid Ketua DPD FPI DKI Buya Majid yang dipukuli preman, Selasa (18/04/2017) malam.
Bagikan

SAPTA dan kedua temannya ketiban sial kemarin. Maksud hati hanya beli kopi, mereka malah dipukuli oleh orang-orang tak dikenal. Mereka juga tak mengerti salahnya apa.

“Enggak tahu kenapa mereka menyerang kami,” kata Sapta saat ditemui hidayatullah.com, Selasa sore (18/04/2017).

Sapta, 16 tahun, adalah murid dari Ketua Tanfidz DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Buya Abdul Majid. Selasa malam dinihari kemarin, kediaman Buya Majid di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, diserang ratusan massa tak dikenal. Buya Majid menyebut mereka para preman dan massa berseragam Banser.

Pada kericuhan yang rangkaiannya terjadi sejak Senin (17/04/2017) itu, sejumlah warga setempat jadi korban pemukulan oleh massa tersebut.

Baca: Rumah Ketua FPI Jakarta Diserang Ratusan Orang Berseragam Banser

Baca: Rumahnya Diserang, Ketua FPI Jakarta: Para Preman Acungkan Senjata Tajam, Teriak “Mana Kiai?”

Sapta dipukul pada Selasa dini hari, jam setengah dua, di warkop dekat rumah gurunya, Jalan Kramat Lontar. Kebetulan saat itu, anak-anak pengajian sedang kumpul-kumpul, santai-santai, ngobrol-ngobrol, dan istirahat di rumah itu.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Mereka dan Buya Majid baru saja pulang dari tabligh akbar di Pasar Minggu. Mengetahui ada murid-muridnya, Buya Majid menyuruh Sapta dan dua muridnya membeli kopi, untuk diseruput bareng-bareng.

Berangkatlah Sapta dan kedua temannya ke warkop. Sampai di warkop, mereka dihampiri oleh sekitar lima orang berbadan besar, berparas Ambon, dan berbaju putih.

Sapta ditanya oleh mereka,

“Lu ngapain di sini?”

“Beli kopi,” jawab Sapta.

“KTP lu mana?”

“Kaga ada.”

“Boong lu, boong lu.”

Tanpa banyak cincong lagi, mereka langsung memukul punggung, kepala, dan leher Sapta dengan tangannya. Sapta sempat menangkis.

Namun karena dahsyatnya mungkin pukulan itu, Sapta jatuh. Sapta berusaha bangun. Ia jongkok dengan kepala menunduk. Dua teman yang menemaninya juga dihajar di bagian pipi dan perut.

Tak hanya memukul, mereka juga menarik-narik kaos Sapta, sampai bagian lehernya robek. Sapta disuruh keluar warkop.

“Ke kantor, ke kantor!” perintah mereka pada Sapta.

Tapi Sapta tidak tahu kantor mana. Ia akhirnya hanya disuruh duduk di depan warkop. Tapi entah mengapa, mereka menyuruh Sapta masuk lagi ke warkop.

Dari dalam warkop, Sapta melihat mereka maju menyerang ke arah rumah gurunya. Sapta melihat warga setempat dan teman-temannya melawan. Pecahlah keributan! Massa tak dikenal itu pun kocar-kacir. Sapta lalu lari dari warkop itu. Meski begitu, ia mengaku,”Nyerinya masih terasa.”* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak-anakBanserBanser serang rumah Ketua FPI JakartaBarisan Ansor SerbagunaBuya Abdul MajidFPIFront Pembela IslamIPWKetua DPI JakartaormasPilkada DKI Jakarta putaran keduapreman Ambonpreman JakartaPreman serang rumah Ketua FPI Jakartarumah Ketua FPI Jakarta diserangSaptasimpatisan FPIterorteror kepada FPI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengawal Pencoblosan dengan Takbir dan Tahlil
Tulisan selanjutnya Semua Anaknya Dipenjara Zionis, Nasrin Hanya Sanggup Berdo’a

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?